Dia mengatakan hal ini bisa dimengerti karena anak-anak mereka mungkin tidak terbiasa membeli makanan, menghitung biaya makannya, dan perubahan yang akan diterima.
Menurut Mohd Fadli, peraturan ini diinformasikan kepada orang tua selama sesi orientasi tapi beberapa telah "mengabaikannya". Dia mengatakan masalah muncul saat orang tua memutuskan untuk duduk di bangku kantin yang dimaksudkan untuk siswa.
BACA JUGA:
Dia mengatakan bahwa siswa lain akan kehilangan tempat duduk dan makan, bahkan mungkin kelaparan. Dia mendesak orang tua untuk menghormati peraturan sekolah dan lebih memperhatikan siswa lain.
"Orang tua, bayangkan anak-anak Anda tidak bisa makan saat istirahat. Anak-anak pulang dari sekolah sambil mengeluh bahwa mereka lapar karena kursi kantin penuh karena mengunjungi orang tua," tuturnya. "Tentunya Anda akan marah dan sedih, kan? Itulah yang Anda rasakan, dan itulah yang dirasakan oleh siswa lain saat mereka merasa kelaparan," tambah Mohd Fadli. "Jika sudah ramai, jangan duduk, hanya berdiri di dekat meja sudah cukup," tambahnya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.