INGIN menyantap hidangan lezat dengan suasana yang nyaman dan pelayanan ramah dari para stafnya? Restoran adalah ada jawabannya. Di tempat ini, Anda bisa memesan berbagai jenis hidangan lezat, mulai dari appetizer (makanan pembuka), main course (makanan utama), hingga dessert (makanan penutup).
Dari segi kualitas dan rasa memang tidak perlu diragukan lagi. Sebagian besar restoran umumnya ditangani oleh para chef profesional dengan latar belakang yang berbeda, atau sesuai dengan konsep restoran mereka masing-masing.
Sayangnya, banyak pengunjung yang masih kebingungan memilih menu makanan sesuai dengan selera mereka. Bagaimana tidak, hampir seluruh restoran di dunia memiliki buku menu dengan sederet daftar makanan yang terkadang masih asing di telinga pengunjung.
BACA JUGA:
Mari kita telaah sedikit persoalan buku menu yang penuh ‘probelamtika’ ini. Menurut survey, sebuah restoran setidaknya memiliki buku menu berisikan 12 halaman daftar makanan dan minuman. Mulai dari pasta, salad, steak, cocktail, smoothies, dan masih banyak lagi. Jika Anda termasuk kategori “picky eaters”, hal tersebut tentu akan sangat membingungkan.
Untungnya, salah seorang ilmuwan syaraf berhasil menemukan trik ampuh untuk membantu pengunjung dalam memesan makanan. Moran Cerf, seorang professor ilmu saraf dan bisnis di Kellog School of Management and LIJ, selalu menghindari makanan pada halaman awal buku menu. Ia langsung beralih ke daftar ‘makanan spesial’, karena pada dasarnya makanan yang tertera daftar tersebut telah diseleksi dengan baik oleh para chef.
Tidak hanya itu, Moran juga cenderung memilih makanan yang terdapat pada posisi kedua di daftar tersebut. Bukan tanpa alasan, ilmuwan yang telah mempelajari tentang kebiasaan manusia dalam pengambilan keputusan itu percaya pada sebuah konsep yang disebut “decision fatigue”. Pada dasarnya, konsep ini menjelaskan bahwa otak manusia cenderung mengalami kelelahan setelah memikirkan atau menimbang-nimbang sesuatu yang akan dipilihnya.