BAYI rentan mengalami alergi. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian serius dari para orangtua. Alergi pada bayi biasanya bisa disebabkan oleh makanan, debu, atau iritan bahan kimia yang ada di dalam produk perawatan kulit bayi.
Sayang, kebanyakan orangtua tidak menyadari gejala-gejalanya yang umum. Seperti hidung berair, mata merah, nyeri perut, diare atau muntah, hingga rewel. Pada kasus reaksi yang lebih berat, anak bisa menunjukkan gejala lainnya seperti suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sulit bernafas, tenggorokan dan lidah membengkak, serta penurunan tekanan darah mendadak.
Gejala seperti ini dikenal dengan nama syok anafilaktik yang dapat membahayakan nyawa. Lantas, apa saja jenis alergi pada bayi yang paling umum? Berikut adalah beberapa di antaranya seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Biang keringat
Biang keringat atau lebih dikenal dengan sebutan miliaria, biasanya terjadi pada leher, wajah, punggung, atau bokong bayi. Secara klinis miliari terlihat dengan adanya kulit kemerahan disertai rasa gatal sehingga bayi rewel, dengan gelembung-gelembung kecil berair.