Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Tradisi Menyalakan Lilin Natal dari Berbagai Dunia

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 25 Desember 2017 |18:01 WIB
Kenali Tradisi Menyalakan Lilin Natal dari Berbagai Dunia
Lilin Natal F(oto: huffingtonpost)
A
A
A

UMAT Nasrani selalu tak ketinggalan untuk menyalakan lilin saat merayakan Natal. Seperti apa tradisinya dan apa makna di balik itu?

Lilin sebenarnya menandakan hal yang berbeda dalam agama. Sementara itu, pencahayaan lilin pada hari Natal adalah tradisi lama. Tradisi menyalakan pada hari Natal berasal sebelumnya menjadi bagian dari 'Pesta Cahaya' Yahudi atau Hanukkah.

Mereka menandai kelahiran Yesus Kristus yang bisa menerangu dunia. Lilin Natal juga merupakan simbolis cahaya dari Langit yang memberikan umatnya kehangatan saat malam musim dingin.

Ketika sampai pada Natal, cahaya lilin mewakili Yesus Kristus. Yesus Kristus juga dikenal sebagai Penerang Dunia yang membawa kita dari jalan kegelapan dan menunjukkan cahaya terang.

Cahaya lilin menandakan jalan mewujudkan makna sejati kehidupan manusia. Ini mewakili spiritualitas, pengabdian dan iman.

Di abad pertengahan, menyalakan lilin menjadi kebiasaan yang tak untuk tertinggal. Selain dilakukan di rumah, beberapa gereja juga menyalakan lilin besar yang dinyalakan sepanjang malam Kudus.

Tradisi ini juga dilakukan di setiap negara dilakukan dengan cara berbeda-beda, Anda harus tahu dan kenali maknanya lebih lanjut, sebagaimana dilansir Boldsky, Senin (25/12/2017).

Irlandia

Ibu atau ayah dari rumah menyalakan lilin besar yang didekorasi dengan selama Natal. Kemudian anggota keluarga duduk bersama dan berdoa untuk semua orang yang dekat dan mereka sayangi yang sudah meninggal dunia. Sebagian besar tradisi ini masih dilakukan penduduk yang tinggal di Irlandia.

Negara Slavia

Ada sebuah lilin Natal besar yang fldiletakkan di atas meja setelah diberkati oleh imam di gereja. Hampir semua penduduk di negara-negara Slavia melakukannya. Tapi menariknya, di Ukraina tidak menggunakan tempat lilin. Melainkan mereka menempelkan lilin di roti.

Amerika Selatan

Di banyak tempat di sekitar Amerika Selatan, lilin ditempatkan di lentera kertas dengan simbol Natal. Ada juga gambar budaya asli untuk hiasan yang khas. Dengan adanya lilin tersebut suasana Natal jadi terasa hangat.

Inggris & Prancis

Tiga lilin dicetak bersama di dasar yang menandakan Tritunggal Mahakudus. Maknanya sungguh agung dan masyarakat setempat selalu menghayati tradisi ini.

Jerman

Lilin Natal digunakan untuk ditempatkan di atas sebuah tiang kayu yang dihiasi dengan pohon cemara. Kebiasaan ini telah dilakukan sejak abad ke-17 dan ke-18.

Semua tradisi pencahayaan lilin pada hari Natal memiliki satu arti sebenarnya. Tidak peduli bagaimana saat lilin dinyalakan, karena melambangkan iman seseorang kepada Tuhan.

Ada fakta yang menyebutkan bahwa kehidupan manusia tidak stabil. Ini pasti akan mencair seiring waktu seperti lilin.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement