KOTA Cirebon dan empal gentong seperti dua hal yang tak bisa dipisahkan. Di antara beragam kuliner khas Cirebon, Jawa Barat, empal gentong merupakan salah satu yang paling dicari wisatawan.
Di kota kesultanan ini tersedia banyak restoran dan warung-warung makan yang menyediakan empal gentong. Dari namanya saja, orang sudah dibuat penasaran ingin mencicipi makan yang sebutannya sangat unik ini.
BACA JUGA:
Potret 10 Kejadian Ini Buktikan Wanita Lebih Tangguh dari Pria
Sempat Ingin Bunuh Diri, Kisah Mantan Bintang Porno Urus 14 Anaknya Jadi Viral
Empal gentong adalah masakan sejenis gule (gulai) yang berisi potongan daging sapi cincang yang diberi kuah santan. Empal gentong biasanya dimakan dengan lontong atau nasi dan disajikan dengan cabai bubuk. Soal rasa, empat gentong memiliki cita rasa segar dan gurih karena kuah santan dan perasan jeruk nipis. Bagi yang suka pedas silahkan menambahkan cabai bubuk sesuai selera.
Membahas soal empal gentong, jangan cuma tau makannya saja. Sebab, di balik rasanya yang lezat dan namanya yang unik, empal gentong memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang hingga populer dan menjadi makanan favorit khas Cirebon.
Menurut penjelasan pemandu wisata yang ditemui Okezone di Kota Cirebon, Ajat Sudrajat, empal gentong sejatinya bukan masakan murni buatan penduduk Cirebon. Empat gentong adalah masakan khas Timur Tengah yang sudah ada di Cirebon sekitar abad ke 18-19.
"Kota Cirebon ini terdiri dari beragam suku. Suku Jawa, Sunda, India, Cina, dan Arab. Masakan ini dibawa dari Timur Tengah oleh sultan-sultan pada masa lalu dan dilestarikan sini oleh orang Cirebon sendiri," ungkapnya.
Soal namanya yang unik, "empal gentong", Pak Ajat mengisahkan bahwa pada saat itu masyarakat tidak mengenal panci. Sehingga mereka memasak gulai ini dengan wadah berupa gentong.
"Panci itu dulu enggak ada, jadi daging (empal) dimasaknya di gentong (periuk dari tanah liat). Maka namanya jadilah empal gentong," cetus pria berlogat medok ini.
Sejarah lain yang mengisahkan keunikan empal gentong adalah cara memasaknya, yang mana potongan daging ini dimasak dengan menggunakan kayu bakar.
BACA JUGA:
6 Meme Kocak Bukti The Power of Emak-Emak Itu Nyata!
"Dulu juga belum ada kompor gas, jadi empal gentong dimasaknya pakai kayu bakar (pohon mangga). Hingga saat ini proses masak empal gentong pakai kayu bakar masih dipertahankan," papar Pak Ajat.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.