“Kira-kira tahun 2011, mama aku bawa ke dokter syaraf. Waktu itu sama dokter di tes persoalan sepele seperti masalah kecil dalam hidup dan perhitungan, mama tidak bisa menjawab. Dokter mengatakan itu Alzheimer. Dari situ, sempat dua atau tiga tahun mama berobat jalan,” terang Elya.
Berbagai cara dilakukan Elya untuk mengatasi penyakit ibunya. Mulai dari mencari tahu pengetahuan dari internet hingga ikut dalam Asosiasi Alzheimer Indonesia. Dari informasi yang didapat, perempuan berusia 27 tahun itu tahu bahwa penyakit Alzheimer tidak dapat disembuhkan, tapi proses penurunan fungsi otak bisa dihambat.
“Kebetulan untuk kasus aku, aku bawa mama ke dokter udah terlambat karena lupanya sudah parah. Kita sempat kasih vitamin untuk menenangkan, karena kalau sudah lupa biasanya mama jadi cranky dan marah-marah. Sempat juga dikasih obat-obatan herbal. Tapi sudah tiga tahun terakhir ini aku stop kasih obat,” ujar Elya.
Menurut Elya, solusi mendasar untuk orang-orang yang terkena Alzheimer ada pada caregiver, yaitu perawat yang mendampingi pasien di rumah. Sebab, orang-orang yang terkena penyakit itu tergolong susah diurus.
“Caregiver yang jagain mama banyak yang nggak betah. Sudah nggak kehitung berapa kali ganti caregiver. Tapi ada dua yang menurut aku paling kece. Termasuk yang sekarang ini. Mereka sabar banget menghadapi mama selama kurang lebih setahun. Solusi mendasar caregiver karena susah diurus. Aku juga mengerti karena rawat orang Alzheimer itu enggak gampang. Maka itu sesekali juga aku beri kebebasan untuk caregiver-nya cari aktivitas lain,” tambahnya.
Baca Juga:
Sekarang, Ibu Siti sudah tidak bisa mengenali Elya maupun anggota keluarga lain termasuk suaminya sendiri. Hal itu tentu membuat Elya sedih. Maka tak heran bila ia sempat denial dan berusaha mengingatkan kembali ibunya.
"Aku sering bilang, ma ini Elya. Mama 'iya-iya' aja tapi nanti lupa. Bahkan sama papa pernah ketika disentuh melawan, bilangnya bukan muhrim. Tapi nanti ada satu waktu mama panggil-panggil papa. Atau ada juga anak kecil yang dipanggil mama dengan namaku. Aku kan anak paling bontot jadi mama sering menganggap aku anak kecil itu. Padahal aku sudah besar," cerita Elya.
Masalah yang dihadapi Elya tak berhenti sampai di situ. Ada satu kejadian yang membuat banyak orang merasa tersentuh. Penasaran? Baca kelanjutannya di artikel berjudul "Derita Alzheimer, Wanita Ini Tak Kenali Anaknya di Hari Pernikahan".
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.