Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terkena Alzheimer, Ibunda Perempuan Ini Tak Kenal Lagi Siapa Keluarganya (Part 1)

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2017 |06:15 WIB
Terkena Alzheimer, Ibunda Perempuan Ini Tak Kenal Lagi Siapa Keluarganya (Part 1)
Elya Hasnida dan Ibunda yang derita Alzheimer (Foto: elyahasnida/Instagram)
A
A
A

HINGGA menikah dan memiliki anak, seorang anak perempuan masih membutuhkan peranan ibunya. Sebab, dari ibunya lah ia mendapatkan banyak pelajaran. Di saat anak perempuan lain mungkin masih belajar dari ibunya, tidak demikian dengan Elya Hasnida.

Elya, sapaan akrab perempuan itu harus menerima kenyataan bahwa ibundanya, Siti Saidah terkena Alzheimer.

“Aku sempat merasa down. Butuh waktu bertahun-tahun untuk cooling down dan menerima kenyataan bahwa mamaku terkena penyakit itu. Sebab, Alzheimer adalah penyakit yang memancing sisi emosi. Ibaratnya kalau penyakit lain, kita merawat orangtua, mereka tahu kalau kita sayang. Sedangkan kalau kita merawat orangtua yang terkena penyakit ini, mereka bisa jadi musuhin kita karena enggak tahu kita siapa. Ada rasa insecure dan perlawanan,” ungkap Elya kepada Okezone kala dihubungi melalui sambungan telepon baru-baru ini.

Sekadar informasi, Alzheimer adalah penyakit yang menyerang fungsi otak dan membuat seseorang mengalami penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku penyandangnya. Di Indonesia, penyakit ini sering dikenal dengan istilah pikun dan dianggap biasa. Semula Elya dan keluarganya sempat berpikiran hal yang sama. Namun ketika gejalanya sudah semakin parah, mereka baru menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ibunya.

“Semula memang tidak ada yang menyadari karena gejalanya umum. Contohnya seperti lupa taruh barang, lupa hari, lupa tanggal, dan ngomong berulang. Kemudian kita mulai notice karena gejala awal yang paling signifikan itu kok lupanya udah agak parah. Terus untuk kasus mamaku, ada tendensi di mana dirinya sampai menuduh orang lain menyembunyikan barang. Padahal dia sendiri yang lupa. Di situ akhirnya kita rasa ada yang aneh,” jelas Elya.

Gejala Alzheimer ternyata turut memengaruhi kinerja Ibu Siti sebagai seorang PNS. Dirinya sering mengatakan suatu hal secara berulang. Lambat laun teman-teman di kantornya melaporkan ada yang berbeda dengan sikap Ibu Siti. Akhirnya, perempuan yang kini berusia 64 tahun itu memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya.

Sehabis pensiun dini, daya ingat Ibu Siti semakin merosot. Sebagai seorang anak, tentu Elya tidak berdiam diri melihat kondisi ibunya yang seperti itu. Ia pun membawa ibunya untuk berobat ke seorang dokter syaraf di salah satu rumah sakit di kawasan Cempaka Putih.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement