Nur juga sempat menyinggung fenomena anti-vaksin yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia. Di kawasan Cipayung contohnya, ada salah satu sekolah yang menolak untuk memfasilitasi siswanya dalam pemberian vaksin.
Baca Juga:
"Untuk anti-vaksin sendiri Alhamdulillah tidak cukup banyak. Hanya ada 1 sekolah Islam yang menolak. Tapi Alhamdulillah murid-muridnya telah divaksin secara mandiri oleh orangtua mereka. Jadi memang hanya guru dan kepala sekolah yang tidak memfasilitasi," tukasnya.
Selain melakukan vaksinasi, Nur mengimbau masyarakat Indonesia untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar tubuh terlindungi dari kontaminasi bakteri penyakit. Pasalnya, tidak hanya balita saja yang dapat terjangkit wabah difteri, orang dewasa pun memiliki kemungkinan terkontaminasi bakteri Corynebacterium diphtheria, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan endemis (tempat terjadinya KLB).
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.