INGIN tampil menarik, siapa yang tidak mau? Tidak hanya kaum hawa, laki-laki juga behak atas hal tersebut.
Salah satu fokus penampilan seorang laki-laki bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Selain itu, ada juga bagaimana dia menata rambut atau penampilan wajahnya. Ya, kumis juga termasuk di sana.
Nah, kejadian ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk mengetahui apakah diri Anda punya masalah khusus dengan produk perawatan, kosmetik yang digunakan dalam perawatan wajah, atau bahan lain yang digunakan di wajah.
Pasalnya, Arran Maye, seorang tukang ledeng berusia 28 tahun dari Leicester, mengalami hal yang mungkin tidak akan pernah dia lupakan. Kejadian itu pun membekas selamanya di wajahnya yang khas itu.
Dikisahkan dari Odditycentral, Selasa (5/12/2017), saat dirinya berlibur bersama 20 teman lainnya di kota Benidorm, Spanyol, orang Inggris menawarkan tato hena seharga $ 12 atau sekitar Rp 162 ribu. Tato tersebut nantinya akan dibuat di bagian kumis dan jenggot dagu.
Kumis pun dibuat selayaknya pria dalam Festival Benidorm Fiesta, yang mana bagian ujungnya panjang dan melingkar. Untuk jenggot dagunya dibuat sederhana seperti garis lurus di tengah dagu.
Pada awalnya, penampilan Arran memang berubah. Wajah khasnya semakin tegas dengan penambahan kumis seperti itu. Layaknya pria di tahun 40-an. Tapi, setelah beberapa waktu, keadaan berubah jadi buruk! Arran mengalami reaksi alergi yang intens terhadap tinta henna dan itu membuatnya memiliki bekas luka permanen.
Menurut Adam Lewis, anggota lain dari kelompok berpesta Inggris, mendapat tato yang sama dengan Arran, tapi sementara tatonya memudar dalam beberapa hari, Arran jauh lebih bermasalah.
Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa yang dialaminya, wajahnya membengkak dan mulai mengelupas dan membekas seperti luka parah.
Selidik punya selidik, ternyata henna yang digunakan pada Arran adalah varietas ilegal yang disebut henna hitam, yang berisi PPD kimia. Henna ini memang bisa menyebabkan reaksi alergi yang parah dan akhirnya membawanya ke perawatan intensif, dengan salah satu akibatnya adalah bekas luka permanen.
Dan karena Arran menggunakan henna tersebut untuk kumisnya dan membentuknya seperti kumis pria 40-an, pola itu pun membekas selamanya di wajah Arran. Namun, yang menyedihkan adalah luka itu tetap bersemayam di wajah Arran.
Ketika Arran dan Adam pergi untuk mendapatkan tato, "seniman" tersebut berusaha membuat pikiran mereka tenang dengan mengatakan bahwa cat akan hilang secara alami dalam dua atau tiga hari atau mereka bisa menghapusnya dalam hitungan detik dengan penghapus cat kuku.
"Bodoh kita percaya padanya. Kami rasa ini akan menjadi lelucon seumur hidup," kata Arran.
Arran menjelaskan detail kejadian yang menimpanya. "Awalnya baik-baik saja tapi kemudian hari menjadi gelap, esok hari hari itu terik dan kemudian mengeras dan pada hari Minggu wajah saya bengkak seperti balon. Cairan berbau mengalir keluar dan wajahku sangat besar dan sangat menyakitkan. Aku sangat menderita," ceritanya sedih.
"Dokter mengatakan bahwa 100 persen saya akan memiliki bekas luka selama enam bulan. Luka itu percis seperti pola henna yang memang terlukis di wajah saya. Dokter mengatakan luka itu permanen, tapi saya tidak ingin mendengar kalimat itu," paparnya.
Arran mencoba memecahkan masalah dengan pengobatan di rumah seperti pasta gigi, minyak zaitun, dan garam, lalu mencoba berbagai tablet, krim, dan sabun yang dibeli dari apotek. Di penerbangan pulang, alergi PPD Arran malah semakin parah! Sampai dia mulai mengalami kesulitan bernafas.
Ketika pesawat mendarat di Luton, teman-temannya langsung mengantar Arran ke Leicester Royal Infirmary, di mana dia mendapatkan perawatan intensif dengan masker pernapasan dan harus dijaga di rumah sakit selama dua malam. Pengobatan ini pun membantu mengurangi pembengkakan, tapi seorang ahli bedah plastik memperingatkan Arran bahwa dia membawa bekas luka itu seumur hidup.
Terlepas dari semua rasa sakit dan perawatannya di rumah sakit, tukang ledeng berusia 28 tahun ini ternyata masih memiliki kekuatan untuk menertawakan kemalangannya sendiri.
"Saya sudah berhasil melihat sisi lucunya. Maksud saya, pilihan apa yang saya punya?" kata Arran. Dia melanjutkan, "Tapi sekarang aku terlihat benar-benar idiot. Aku sudah memilikinya sebelum bertahun-tahun yang lalu dan itu baik-baik saja tapi kurasa itu seharusnya tidak aku alami," celotehnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.