Adat Minang
Foto: konveksi
Busana pengantin adat Minangkabau ada dua jenis yaitu baju kurung basiba dan baju kurung melayu (kebaya panjang). Pada perempuan yang menjadi ciri khas adalah penggunaan suntiang gadang di kepala yang tersusun hingga 11 lapisan bunga, emas, dan aluminium. Berat suntiang ini dapat mencapai 5 kilogram. Selain itu ada pula busana tradisional yaitu Koto Gadang. Pada pengantin wanita busana yang dikenakan adalah tutup kepala berupa selendang beludru sulam emas yang disebut Tengkuluk Talakuang dab dipadankan dengan baju kurung beludru Batabua. Busana tersebut bertabur kalung emas. Tak lupa pula pengantin wanita mengenakan kain balapak atau kain songket. Aksesoris berupa gelang garobah dan cincin juga tak lupa dikenakan. Sementara itu pengantin pria akan mengenakan Baju Roky atau Baju Gadang. Adat Palembang
Foto: palembangbumisriwijaya
Banyak busana tradisional yang dikenakan oleh pengantin, tergantung dengan daerah asalnya. Busana yang terkenal adalah Aesan Paksangko dan Aesan Gade. Pada Aesan Pangsako pengantin wanita menggunakan baju kurung yang memiliki motif bunga bintang berwarna keemasan. Tak lupa pengantin mengenakan mahkota Paksangkong, Kembang Goyang, Kembang Kenango, Kelapo Standan, dan perhiasan mewah lainnya. Sedangkan untuk pengantin pria menggunakan seluar pengantin (celana pengantin), songket lepus, selempang songket, dan songkok (kopiah) sebagai penutup kepala.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.