"Saat ini jumlah kornea donor di Indonesia masih sangat sedikit dibanding dengan kebutuhan kornea mata untuk pasien yang mengalami kerusakan kornea," ucap Dr. Johan A. Hatauruk, SpK(M), Direktur Utama JEC Corporate, dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Johan juga memaparkan saat ini telah dijalin kerjasama antara JEC dengan Lions Clubs Indonesia, yang diharapkan dengan kerjasama tersebut masyarakat Indonesia dapat lebih memahami, dan bersedia untuk mendaftarkan diri mendonorkan kornea atau mata mereka. Pasalnya, di Indonesia kornea donor masih menimbulkan kontroversi, mulai dari ketidaksetujuan keluarga, aturan agama, hingga tiada orang yang mengingatkan keluarga untuk mendonorkan kornea pendonor ketika wafat.
"Kerusakan kornea atau kebutaan hanya bisa dipulihkan kalau ada sejumlah orang yang mau mendonasikan, caranya tidak mudah karena banyak kontroversi," imbuh Tjahjono.
Berdasar pernyataan Tjahjono, untuk itu tidaklah heran jika warga negara Indonesia harus terbang ke negara lain demi mendapatkan penglihatannya kembali. Namun, hal tersebut nyatanya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki dana lebih, karena biaya untuk cangkok atau transplantasi kornea tidaklah murah.
Baca Juga: