1. Memperingati Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah SWT dalam surah Al-Ahzab: 56. Yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.”
2. Peringatan Maulid Nabi SAW merupakan ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahka, orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu. Bila kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi Muhammad SAW, apalagi anugerah Allah SWT bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.
3. Memperingati Maulid Nabi bisa meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan.
4. Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam setiap gerak-gerik dalam kehidupan kita. Allah SWT bersabda dalam surah Al-Ahzab:21 yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
5. Melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah SAW dan para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan kepada umat yang amat disayanginya. Beliau bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi Muhammad SAW.”
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.