Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendaki Ditanya Naik Gunung Musim Hujan, Netizen: Lebih Baik Ditunda

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 28 November 2017 |15:54 WIB
Pendaki Ditanya Naik Gunung Musim Hujan, Netizen: Lebih Baik Ditunda
Ilustrasi Mendaki Gunung (Foto: Mountenesia)
A
A
A

MENDAKI gunung menjadi kegemaran bagi orang-orang yang mencintai alam. Ketenangan hingga panorama alam menjadi godaan yang tidak bisa tertahankan bagi para pendaki. Bahkan, ada beberapa orang yang mengatakan di dunia ini tidak ada hal yang lebih menarik daripada gunung.

Namun, daya tarik pemandangan alam yang lebih dari indah tersebut, dapat berubah menjadi boomerang yang membahayakan nyawa pendaki sendiri. Cuaca ekstrem bisa jadi salah satu penyebab dari musibah yang bisa menimpa para pendaki.

Tingginya curah hujan yang kini sering terjadi bisa menimbulkan beberapa kekhawatiran bagi pendaki, seperti hipotermia karena rendahnya suhu di puncak gunung atau jalur pendakian, tergelincir karena jalur pendakian yang licin, hingga badai yang bisa sewaktu-waktu terjadi, dan kejadian pohon tumbang seperti yang dialami oleh Amelia, pendaki asal Surabaya di Gunung Binaiya, Pulau Seram, Minggu, 26 November 2017 lalu.

Menjelajah alam memang memiliki banyak kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan para pendaki. Akan tetapi, dengan pembekalan, latihan, dan persiapan, kemungkinan buruk bisa diperkecil.

Adanya peristiwa kematian Amelia membuat para pendaki semakin aktif mengingatkan satu dengan lainnya. Mereka yang tergabung dalam pengikut atau followers akun instagram @mountnesia, menuliskan komentar dalam kolom di sebuah unggahan yang dibagikan.

Unggahan yang dibagikan oleh akun tersebut berisi pertanyaan bagaimana pendapat para pendaki yang sekaligus netizen tentang pendakian gunung dimusim hujan. Lantas sebanyak 437 komentar telah berhasil dituliskan oleh para pendaki.

Seperti yang ditulis oleh akun @_citra, mengatakan, "Enggak, karena berisiko petir, badai, longsor, dan hipotermia. Hampir senada dengan komentar tersebut, akun @missfitra yang menuliskan, "Aku sih turun lagi meski sudah sampai di pos 2."

Keindahan yang dimiliki oleh puncak gunung memang tidak bisa terbantahkan. Langit, bumbungan awan, matahari, hingga bintang yang berserakan meramaikan langit dikala malam membuat panorama yang sayang sekali jika terlewatkan ketika berada di puncak.

Namun, para pendaki tidak boleh egois, sebagai pribadi yang dewasa, dan bijak, seharusnya alam bisa jadi ruang belajar bagi para pendaki agar bisa lebih bertanggungjawab lagi pada diri sendiri, dan keluarga yang menunggu di rumah.

Seperti yang dituliskan oleh akun bernama @sardakoe, "Pendaki egois kalau dilanjut pendakiannya. Kalau sudah mati bisa nyusahin semua orang. Kasihan orangtuanya. Mendakinya tahan dulu, sabar nunggu dimusim cerah. Kalau pun sudah jadi agenda tahunan diklat atau ekspedisi organisasi, ubah jadwalnya. Keselamatan pertama," tulisnya.

Cuaca buruk memang bisa mengubah hal indah menjadi peristiwa yang tidak diharapkan sebelumnya. Bukan hanya sekadar imajinasi atau pikiran negatif, peristiwa yang menimpa Amelia pun seharusnya bisa dijadikan pelajaran oleh para pendaki, yang telah memiliki rencana untuk mendaki gunung dalam waktu dekat ini, agar sebaiknya menunda penjelajahannya menuju puncak, dan menunggu hingga cuaca kembali bersahabat.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement