Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Festival Karawo, Hadirkan Keunikan Seni Sulam Khas Gorontalo

Advertorial , Jurnalis-Minggu, 26 November 2017 |01:08 WIB
Festival Karawo, Hadirkan Keunikan Seni Sulam Khas Gorontalo
Festival Karawo di Gorontalo (Foto: Ist)
A
A
A

PROVINSI Gorontalo tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, namun juga hasil budayanya yang sangat indah. Salah satunya adalah sulaman kain khas Gorontalo yang dulunya Kain Karawo ini belum dikenal banyak orang, namun  dengan promosi yang dilakukan, baik di nusantara sendiri dan di luar negeri, kini sulaman Kain Karawo sudah mulai dikenal dan dicari . Untuk menunjang promosi Kain Karawo, pemerintah provinsi Sulawesi Tengah menghelat kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo 2017.

Festival Karawo adalah kegiatan wisata tahunan Gorontalo yang digelar untuk mengangkat seni sulam Karawo, sulaman tradisional Gorontalo. Berbagai model busana diarak dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Festival Karawo ini sendiri pertama kali diadakan pada 2011 dan sudah 7 kali dilaksanakan setiap tahunnya hingga tahun ini.

Mengusung tema Karnaval Karawo 2017 Mendukung Pariwisata Mendunia, kegiatan ini menyapa wisatawan pada 25 November 2017 di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Resma Kabakoran mengatakan, kegiatan pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo 2017 merupakan salah satu upaya meningkatkan perekonomian perajin sulam Karawo dan menarik perhatian wisatawan.

Untuk 2017, selain menampilkan kostum karnaval hasil desainer Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo, panitia juga mengundang peserta dari kabupaten kota seregional Sulawesi.

“Gorontalo sudah meningkatkan fasilitas pariwisata yang semakin membaik, hal ini diharapkan dapat mendatangkan wisman lebih banyak lagi di tahun-tahun ke depan,” ujar tutur Gubernur Gorontalo Drs. Rusli Habibi MAP, saat membuka sambutan dibukanya Festival Karawo.

Ditambahkan oleh Rusli, Festival Karawo merupakan salah satu wadah untuk mempromosikan Kain Karawo asli Gorontalo. “Festival Karawo tahun ini sangat membanggakan karena saya dapat laporan para pengrajin Kain Karawo sudah kehabisan stock. Para pengrajin juga sudah mulai berkembang, tidak hanya kain, namun sarung dan mukena sudah mulai diproduksi. Saya anggarkan APBD 2019 untuk mendukung para pengrajin karawo dari segi mesin dan produksi,” lanjutnya.

Kegiatan Festival Karawo dimulai dengan pagelaran Peragaan Busana menggunakan Kain Karawo sebagai bahan dasarnya. Pagelaran ini mencuri perhatian warga sekitar karena Kain Karawo ditampilkan lebih modern dan elegan.

Festival ini juga menghadirkan acara utama yaitu karnaval yang diikuti oleh 50 kelompok anak muda dari berbagai kabupaten se-Sulawesi dan beberapa institusi pemerintah daerah, seperti perwakilan dinas perhubungan, dinas Pekerjaan Umum, dan masih banyak lagi. Karnaval kali ini terbilang lebih banyak memiliki tema dan kreasi yang membuat mata tak ingin luput dari pandangan. Tema tersebut dari Klasik, Hewan, Bunga, dan hasil bumi. Tak kalah menarik penampilan dari daerah Tomohon yang menampilka kreasi bunga pada pagelaran kali ini. 

 

(Hessy Trishandiani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement