Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menari Tortor Tangan Tidak Boleh Melewati Bahu, Ternyata Ini Artinya

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 24 November 2017 |10:02 WIB
Menari Tortor Tangan Tidak Boleh Melewati Bahu, Ternyata Ini Artinya
Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution (Foto: Antara)
A
A
A

RANGKAIAN prosesi pernikahan adat Tapanuli Selatan tengah dilakukan oleh pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Berlangsung sejak Minggu, 19 November 2017 lalu, hari ini, Jumat (24/11/2017) rangkaian prosesi dilanjutkan kembali. Pada pukul 06.00 WIB pagi tadi, prosesi dimulai dengan penyembelihan kepala kerbau. Kemudian dilanjutkan dengan manyantan gordang sambilan dohot gondang.

Kini acara yang tengah berlangsung adalah mambuka galangan siriaon atau manortor. Rangkaian ini diikuti oleh para suhut, anak boru, dan Raja Mandailing. Manortor adalah menari tor tor yang sering dilakukan pada acara besar seperti pernikahan. Manortor pada pernikahan disebut dengan horja godang dan diadakan bersamaan dengan margondang. Horja godang biasanya dilaksanakan selama satu hari satu malam, tiga hari tiga malam, atau tujuh hari tujuh malam.

Pada manortor tidak ada penari khusus, sebab setiap orang yang mengikuti prosesi adat berhak melakukannya. Namun ada beberapa aturan yang harus diikuti oleh setiap orang yang ingin manortor, salah satunya adalah tangan tidak boleh melewati bahu. Aturan ini dimaksudkan agar penari memiliki sikap kepatuhan terhadap hal apapun. Sebab jika aturan itu dilanggar, penari dianggap sudah siap menantang siapa pun dalam bidang ilmu perdukunan atau adu tenaga batin.

Aturan lain dalam menari tor-tor adalah setiap penari harus memakai ulos dan mempergunakan alat musik atau gondang. Selain itu, manortor dalam suatu adat pernikahan tidak boleh dilakukan secara berpasangan laki-laki dan perempuan. Namun pada tor-tor naposo nauli bulung atau tor-tor muda-mudi, tarian boleh dilakukan secara berpasangan dengan ketentuan muda-mudi yang manortor tidak boleh satu marga. Hal itu lantaran tahapan tor-tor tersebut dianggap sebagai ajang pencarian jodoh.

Biasanya pada adat pernikahan, ada beberapa tahapan tortor yaitu Tortor Suhut Bolon, Tortor Kahanggi, Tortor Anak Boru, Tortor Raja-raja Torbing Balok, Tortor Panusunan Bulung, Tortor Naposo Nauli Bulung, dan Tortor Manora Pule. Penyajian tortor termasuk urutan diatur melalui sistem kekerabatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement