TAK disangka aksesoris berbahan dasar tali rafia yang dibuat oleh Desainer Rinaldy Yunardi berhasil memenangkan ajang lomba desain bergengsi sekelas internasional. Padahal tampaknya bahan dasarnya yang dipakai sangat murah dan pasti dikenal orang untuk mengikat kardus bermuatan besar.
Ya, pria yang akrab disapa Koh Yuyung itu berhasil menggondol piala World of WearableArt (WOW) yang dihelat di Wellington, Selandia Baru. Dia berhasil mengalahkan 104 karya finalis dari 122 desainer yang berasal dari 13 negara. Mereka semua memperebutkan 37 piala yang keren.
Dalam ajang tersebut, Rinaldy membuat aksesoris bernama Encapsulate dan Cosmos. Kedua karyanya itu memikat para juri WOW, karena bisa menyabet juara umum The Supreme WOW, juara 1 kategori Open dan juara 1 kategori Avant Garde dalam Section Award.
Dari kemenangannya itu, Rinaldy sangat tidak menyangka. Bahkan, saat malam pengumuman juara, dia tidak ada di panggung malam itu.
"Dengan pengumuman ini saya dikagetkan oleh rekan yang mengabari lewat telefon. Malam itu, Saya tidak bisa hadir karena sibuk menyiapkan show tunggal nanti. Saya bahagia dan sempat menangis haru," ucapnya saat Press Conference Encapsulate-Cosmos Persembahan untuk Negeri oleh Rinaldy Yunardi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).
Adapun kreasi Encapsulate ditampilkan dalam bentuk seperti kapsul yang dibuat dari potongan tali rafia yang sudah dijadikan seperti rumbai. Kemudian oleh Rinaldy ditambahkan LED untuk menambah kesan mewah dari aksesoris tersebut.
Untuk Cosmos ditampilkan sebagai busana hitam dan perak, terbuat dari kristal jala, tali rafia dan ditambah dengan logam. Ada pula tambahan hiasan kepala untuk menutupi seluruh badan model.
"Material dasarnya adalah tali rafia yang mana memang harus lebih kreatif lagi, karena bahan ini simple dan murah. Tapi saya ditantang bagaimana menciptakan karya dengan look modern. Satu per satu bahannya saya gunting. Ini enggak nyangka bisa menang," ungkapnya.
Saat membuat aksesoris serba tali rafia itu bukan tanpa alasan. Rinaldy terinspirasi dari alam semesta yang hampir menguras akal dan emosi manusia.
"Intinya saya membuat karya ini supaya bisa menjaga bumi dan harapan lebih banyak lagi menjaga situasi kehidupan di luar bumi," katanya.
Sementara itu, alasan karya Rinaldy bisa menyabet juara ini dinilai dari berbagai aspek. Berdasarkan penjurian dan peraturan kompetisi ini, Encapsulate dan Cosmos masuk ke dalam kategori benda pakai dari segala strata, orisinil, inovatif dan dibuat apik.
Penjurian berlangsung sekira tiga tahap, termasuk penilaian terhadap detail dan penampilan saat dipanggung. Ajang ini melibatkan 60.000 pengunjung yang juga menjadi saksi kemenangan Rinaldy.
Atas kemenangannya itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengapresiasi karya Rinaldy. Menurut Triawan, Rinaldy tergolong anak bangsa yang selalu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
"Seorang seniman butuh waktu untuk menciptakan sebuah karya. Indonesia punya keragaman dan kekayaan yang bisa diekspresikan. Tidak semua orang dianugerahi ide seperti Rinaldy, harus bangga dan bersyukur, juga terus berkarya," ujar Triawan.
Seperti kita tahu, Rinaldy merupakan salah seorang desainer aksesoris yang tidak sebentar berkarya. Sekira 21 tahun dia terus mengasah idenya yang selalu baru dan kekinian.
"Selama 21 tahun berkarir, saya tidak pernah mimpi jadi seorang designer sampai internasional. Saya tidak pernah memimpikan, tapi ini terjadi dan saya tetap berkarya dari hati dan berjuang," pungkasnya.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.