Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tali Pocong, Tanah Kuburan, Susuk, hingga Jalangkung Penuhi Museum Santet Surabaya

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Minggu, 05 November 2017 |17:59 WIB
Tali Pocong, Tanah Kuburan, Susuk, hingga Jalangkung Penuhi Museum Santet Surabaya
Museum Santet Surabaya (Foto: Instagram)
A
A
A

JIKA berkunjung ke Surabaya, cobalah mengunjungi salah satu museumnya di sela-sela perburuan kuliner. Karena selain kuliner, Surabaya juga menyimpan banyak koleksi benda bernilai sejarah.

Namun kali ini, uji nyali Anda dengan mengunjungi Museum Santet. Dari namanya saja sudah terdengar menyeramkan. Lalu bagaimana dengan koleksinya ya?

Museum Santet awalnya adalah Museum Kesehatan milik Dr. Adhyatma. Namun kemudian museum ini berubah fungsi selama beberapa kali hingga akhirnya menjadi museum yang mengoleksi benda-benda berbau mistis dan membuat pengunjung bergidik ketika memasukinya.

Banyak benda yang dikoleksi oleh museum yang terletak di Jalan Indrapura Nomor 17, Krembangan, Surabaya ini. Mulai dari tali pocong, tanah kuburan, susuk, hingga peralatan lain yang berhubungan dengan santet. Bagaimana, sudah cukup mengerikan?

Rupanya tak hanya itu, ada beberapa benda lain yang bisa membuat bulu kuduk merinding hingga membuat mual. Mulai dari dua boneka jelangkung dengan baju tidur berwarna putih, paku bengkok dan ijuk yang dikeluarkan dari tubuh manusia, foto-foto kondisi korban santet, hingga boneka yang ditusuk menggunakan jarum. Ini merupakan salah satu gambaran yang memperlihatkan dukun menyantet seseorang.

Ada pula jimat yang terbuat dari kain dan ditulis dengan aksara tertentu. Sedangkan jelangkung yang cukup besar dipajang di etalase berkaca dengan background kain berwarna merah.

Selain benda-benda yang berhubungan dengan tata cara menyantet, Museum Santet juga menyimpan peralatan yang digunakan untuk menyembuhkan korban santet. Ada juga air ajaib dari dukun cilik Ponari, serta benda-benda keramat.

Tak hanya menyimpan benda yang langsung berhubungan dengan santet dan kegiatan mistis lainnya, museum ini juga menyimpan album foto yang menggambarkan aksi penyantetan. Ada rontgen dari korban santet yang didalamnya ditemukan paku serta rambut. Tak ketinggalan, golok dan keris juga turut disimpan dalam museum ini.

Awalnya, museum ini merupakan bangunan pusat penelitian milik Departemen Kesehatan zaman dulu. Namun kemudian berganti nama menjadi Museum Dr. Adhyatma yang merupakan Menteri Kesehatan saat itu. Lalu sempat berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Kelamin sebelum akhirnya menjadi Museum Santet.

Anda bisa mengunjungi museum ini di hari Senin hingga Jumat. Datanglah pada pukul 09.00 saat museum dibuka dan hindari datang pukul 15.00 karena museum sudah akan tutup di waktu tersebut.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement