Dulu pada zaman perang dunia kedua, Jepang banyak menangkap warga setempat untuk dikorek informasinya demi kelancaran penjajahan Jepang di Malaysia. Para tawanan ini disiksa, disakiti hingga banyak yang dipenggal kepalanya di benteng.
Sang algojo pada masa perang dunia kedua ini bernama Tadashi Suzuki. Suzuki dikenal suka menyiksa tawanan perang dengan sadis dan sering memenggal kepala. Ia juga memiliki kebiasaan aneh setelah selesai memenggal kepala tawanan, yaitu mencuci pedangnya dengan wiski kemudian meminum sisa wiski tersebut.
Hantu Suzuki kabarnya masih ada di Bukit Hantu Penang. Tepatnya di ruang komando benteng. Sebelum dikuasai Jepang, Bukit Hantu Penang merupakan sebuah benteng yang dibangun Inggris pada 1930 untuk mempertahankan wilayah jajahannya dari serangan musuh.
Benteng yang dikenal dengan nama Benteng Batu Maung ini kemudian berhasil dikuasai Jepang pada tahun 1941. Setelah menguasai Penang inilah Jepang dan Suzuki mulai menyiksa dan mengeksekusi para tawanan perang.