Menurut Dailymail, ayahnya, Jurio (55) dan ibunya Jameelan (50), mengatakan mereka telah berkonsultasi dengan beberapa dokter setempat. Namun, para dokter di daerah mereka tidak dapat memberikan perawatan untuk kondisi yang langka.
(Baca juga: Bukan Santet atau Diguna-guna, Dokter Keluarkan 600 Paku dari dalam Perut Pria Ini)
Karena kondisinya dan muncul ketakutan masyarakat, Afhseen tetap tinggal di rumah, bahkan tidak bersekolah. Anak-anak takut untuk mendekatinya, dan satu-satunya teman Afhseen adalah 6 saudara kandungan yang menemaninya bermain.
Afhseen lahir layaknya bayi normal seperti 6 saudara lainnya. Namun, hidupnya berubah setelah usianya memasuki 8 bulan. "Ketika usianya 8 bulan, dia (Afhseen) terjatuh ke tanah saat bermain di luar rumah dan melukai lehernya," ungkap Jameelan sang ibu.
"Pada awalnya kami mengabaikan kondisinya karena kekurangan uang. Kami membawanya ke tabib setempat, namun kondisinya tidak pernah membaik," lanjut Jameelan bercerita.