Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lupakan Operasi Plastik, Wanita Vietnam Doyan Konsumsi Daging Tikus Demi Awet Muda

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2017 |08:00 WIB
Lupakan Operasi Plastik, Wanita Vietnam Doyan Konsumsi Daging Tikus Demi Awet Muda
Santap Daging Tikus (Foto: Worldofbuzz)
A
A
A

JIKA masyarakat Korea rela menghabiskan banyak uang untuk melakukan operasi plastik, masyarakat Vietnam ternyata memiliki cara tersendiri untuk menjaga kecantikan kulit mereka. Uniknya, hal tersebut dilakukan dengan biaya yang sangat murah yaitu, mengonsumsi daging tikus.

Sebagian besar wanita Vietnam rupanya percaya bahwa daging tikus dapat membuat seseorang terlihat awet muda. Bukannya mereka tidak memiliki pilihan lain, tapi justru karena memang sangat menyukainya.

Kendati demikian, tidak semua jenis tikus yang dapat dikonsumsi. Sebagai contoh, masyarakat Vietnam tidak pernah menyantap tikus-tikus yang ditangkap di kawasan perkotaan. Bagimana tidak, tikus-tikus itu dianggap kotor dan bahkan beracun karena hidup di saluran permbuangan, serta memakan sampah-sampah yang bertebaran di jalanan.

Mereka biasanya mengonsumsi tikus yang ditangkap di sawah. Karena tikus tersebut hanya memakan padi, sehingga dianggap ‘bersih’ dan layak untuk dikonsumi. Meski sering dianggap sebagai hama dan merusak tanaman, namun para petani sangat suka mengonsumsi dagingnya.

Percaya atau tidak, tikus sawah ini sebenarnya memiliki kualitas yang berbeda. Tikus berbulu coklat muda umumnya memiliki tekstur kepala yang lebih besar, dan mengandung lemak yang lebih banyak. Tak heran jika tikus tersebut lebih mahal daripada yang berwarna cokelat tua. Lalu bagaimana rasanya?

Sebagian besar orang yang sudah menyantap tikus ini menggambarkan, bahwa daging hewan tersebut memiliki cita rasa manis dan gurih. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, harga daging tikus pun dibanderol dengan harga murah. Untuk satu kilogram daging tikus, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp28.000. Jumlah tersebut bisa dikonsumsi oleh tujuh orang sekaligus dalam satu kali makan.

Beberapa dari mereka bahkan kerap merebus tikus dengan campuran tanaman herbal, yang dianggap ampuh menyembuhkan nyeri pada punggung. Tidak hanya itu, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, para wanita juga mempercayai bahwa daging tikus mengandung asam amino esensial yang membantu regenerasi kulit. Dengan kata lain, daging tikus setara dengan suplemen kulit mereka.

Pada awalnya, para petani hanya menggunakan daging tikus untuk makanan sehari-hari mereka, tetapi sekarang daging tersebut telah dijual secara terbuka, dan dapat dengan mudah dijumpai di seluruh penjuru Vietnam. Hal ini disebabkan karena melonjaknya permintaan konsumen. Demikian dilansir dari World of Buzz, Selasa (31/10/2017).

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement