Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh Bikin Miris, Ternyata Tingkat Kepedulian Masyarakat Indonesia Terhadap Kesehatan Mata Masih Rendah

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |08:38 WIB
<i>Duh</i> Bikin Miris, Ternyata Tingkat Kepedulian Masyarakat Indonesia Terhadap Kesehatan Mata Masih Rendah
Mata Minus (Foto: Beautyhealth)
A
A
A

BERDASARKAN penelitian yang dilakukan oleh ResearchNow, orang dewasa di seluruh dunia diklaim kurang memperhatikan kesehatan mata mereka. Temuan tersebut dikemukakan saat dunia sedang dihadapkan oleh permasalahan tingginya penderita miopia (rabun jauh).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sempat mengungkapkan bahwa satu dari dua orang akan menderita rabun jauh pada 2050 mendatang. Hal ini disebabkan karena beban mata semakin meningkat akibat kebiasaan menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan sambil melihat layar komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Di Indonesia sendiri, orang dewasa bisa menghabiskan waktu selama kurang lebih 7,25 jam di depan layar gadget mereka. Angka ini satu jam lebih lama dari hasil rata-rata penduduk global

Menurut dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K), Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), jika kebiasaan tersebut dilakukan terus menerus, akan menyebabkan dampak negatif yang dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.

“Berlama-lama di depan komputer itu akan menyebabkan mata lelah, pandangan kabur, sulit melihat objek dalam jarak tertentu, dan yang paling umum adalah menderita miopia (rabun jauh),” tutur Gita, dalam peluncuran Philips LED “Eye Comfort”, di Rumah Maroko, Jakarta Pusat, kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mencegah gangguan mata ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Menurut penelitian, hanya 46% responden yang memprioritaskan perawatan mata. Masih banyak yang memikirkan cara untuk mendapatkan berat badan yang ideal (76%), mengelola tingkat kebugaran (65%) dan stres (63%).

“Kepedulian masyarakat Indonesia akan pentingnya pemeriksaan mata harus ditingkatkan. Pemeriksaan mata bahkan menjadi semakin penting bila kita memiliki faktor risiko usia, diabetes, dan riwayat penyakit mata dalam keluarga contohnya glaukoma.,” jelasnya.

Gangguan pada mata juga bisa diatasi dengan menyediakan pencahayaan berkualitas. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, agar mata mendapatkan suplai cahaya secara merata, sehingga dapat berfungsi secara maksimal.

Pernyataan Gita juga dibenarkan oleh Rowena Lee, selaku Global Business Group LED Philips Lighting. Roweena mengatakan, kualitas pencahayaan tidak hanya terpaku pada masa pakai lampu yang digunakan. Tetapi juga harus dipastikan bahwa mata tidak lelah dan terasa nyaman.

“Pencahayaan yang kita miliki harus merata, iluminasinya harus optimal, dan sinarnya tidak berkedip (flicker). Dengan demikian, lapisan-lapisan pada mata kita bisa menerima distribusi cahaya dengan baik tanpa membuatnya lelah,” tukas Rowena.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement