Sumpah Pemuda berisi tiga poin di mana pada urutan ketiganya berbunyi, “Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”. Seharusnya dengan adanya poin tersebut, para pemuda menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap tutur kata atau tulisan sehari-hari. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Banyak bermunculan kata-kata “alay” yang penulisannya tidak sesuai dengan pedoman. Contohnya, ciyus (serius), miapa (demi apa), tercyduk (terciduk), dan masih banyak lagi.
3. Tulisan alay
Masih berkaitan dengan hal di atas, penggunaan bahasa Indonesia yang kurang baik dan benar ternyata bukan hanya dari pengucapannya saja. Tentu Anda masih di ingat di mana penulisan menggunakan angka. Yaa, angka-angka itu terkadang digunakan untuk menulis suatu kata. Sebut saja siapa menjadi s14p4.
4. Tawuran