Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Patah Tulang Meroket, Saatnya Gunakan Implan Tulang Buatan Sendiri

Kasus Patah Tulang Meroket, Saatnya Gunakan Implan Tulang Buatan Sendiri
A
A
A

Pada 2016, dana Kemristekdikti berikutnya bernilai sama digunakan untuk uji selanjutnya dengan memproduksi prototipe 15 jenis implan tulang dengan jumlah 900 keping implan.

Akhirnya, kerja keras mulai membuahkan hasil, stainless steel implan tulang SS 316L siap diedarkan dan digunakan masyarakat setelah mendapat sertifikasi produksi dan izin edar yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada 20 Oktober 2017.

Stainless steel 316L ini, tegas Asep, juga telah memenuhi persyaratan komposisi kimia bahan sesuai ASTM F138 (316L Implant Quality) dan kekuatan mekanis ASTM F138 (316L Implant Quality) sehingga tidak diragukan lagi untuk digunakan.

"Sedangkan hasil uji medis kualitasnya juga tidak jauh berbeda dengan implan impor, seperti produk Synthes dari Swiss yang banyak dijadikan acuan dalam dunia medis," tuturnya.

Ia mengakui, di dalam negeri memang sudah ada juga yang memproduksi implan tulang, namun bahan bakunya berupa lempeng, tetap diimpor, lalu di dalam negeri dipotong-potong (cutting) menjadi implan sehingga harganya tetap mahal.

Sedangkan produk implan tulang inovasi BPPT bersama Zenith yang diberi nama "Zenmed+" ini, memanfaatkan ferro-nickel lokal hasil produk PT Aneka Tambang di Pomala, Sulawesi Tenggara sebagai bahan baku utama.

Selain itu, sistem produksinya menggunakan teknologi "investment casting" suatu proses pengecoran yang menghitung presisi dengan optimasi "gas diffuser" yang mencetak langsung dari peleburan logam, di mana satu kali cor dalam satu tangkai sarang bisa menghasilkan 30 keping implan tulang.

(Baca Juga: Wanita Kurus Lebih Mudah Menopause Dini Dibanding Wanita Gemuk)

Dengan demikian produksinya bersifat massal, jauh lebih cepat dan homogen, sehingga harganya bisa lebih ditekan,” ujar Asep.

Sebagai contoh, harga per keping implan impor "small T plate" yang bisa mencapai Rp3,6 juta dan implan rakitan lokal dengan teknologi dan bahan baku impor yang harganya Rp2,2 juta, bisa ditekan menjadi Rp1 juta saja per keping.

Kelebihan lainnya, kata Presdir PT Zenith AP Allan Changrawinata, produk ini juga sudah menggunakan antropometri (pengukuran dimensi tubuh, termasuk tulang) orang Asia, karena implan tulang impor biasanya menggunakan antropometri orang Eropa.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ini, ia menargetkan bisa memproduksi lebih dari 120 ribu keping implan per tahun dengan potensi pasar Rp600 miliar per tahun.

(Baca Juga: Begini Penampakan Masjid Tanpa Kubah di Teheran yang Jadi Kontroversi)

Pihaknya juga menargetkan bisa mulai memproduksi penambahan 1.200 "items" lagi pada 2018 dan mulai melakukan penelitian dan pengembangan material implan tulang berbahan titanium dan cobalt yang kelasnya lebih tinggi.

“Sepuluh persen dari setiap keping yang terjual merupakan imbal jasa untuk pemerintah, berupa royalti, pajak dan lainnya,” ucap Allan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement