Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tes Fungsi Otak Lebih Dini, Bisa Kurangi Risiko Alzheimer

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 24 Oktober 2017 |16:09 WIB
Tes Fungsi Otak Lebih Dini, Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
A
A
A

Demi Masa Depan Lebih Sehat, Leonardo DiCaprio Investasikan Kekayannya untuk Burger Vegan

"Setelah tes fungsi otak, baru kalau perlu dilakukan MRI dan CT Scan. Ini tahapannya yang rumit," tambahnya.

Setelah diagnosa keluar, barulah pasien menjalani terapi. Ada beberapa terapi pengobatan alzheimer, termasuk memberikan obat oral atau perbaikan fungsi kognitif seseorang.

Lebih lanjut, dr. Yuda mengatakan, dalam kondisi lainnya, gangguan di otak juga bukan berarti alzheimer. Kalau alzheimer biasanya pasien tak hanya pikun, tapi juga dapat mengalami gangguan perilaku yang tak biasa dalam hidunya.

Adapun gejala alzheimer yang harus dikenali yaitu gangguan perilaku seperti halusinasi, marah tidak terkontrol, hingga pandangan mulai terganggu. Sebelum gejala ini, seharusnya seseorang sudah mendeteksi dini penyakit itu dengan baik.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement