Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tes Fungsi Otak Lebih Dini, Bisa Kurangi Risiko Alzheimer

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 24 Oktober 2017 |16:09 WIB
Tes Fungsi Otak Lebih Dini, Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
A
A
A

MENDETEKSI dini alzheimer bisa dengan cara tes fungsi otak. Orang tua di atas usia 60 tahun wajib melakukannya supaya tidak menurunkan kualitas hidupnya.

Tes fungsi otak sangat penting dilakukan oleh mereka, terutama yang sudah mengalami faktor risikonya. Adapun faktornya karena riwayat genetik, sering lupa di usia tua dan masalah lainnya.

Ahli Neurologi Dr. Dr. Yuda Turana, SpS, mengatakan, mendeteksi alzheimer seseorang tak perlu melakukan MRI atau CT Scan. Tinggal pergi saja ke dokter untuk meminta tes fungsi otak yang bermanfaat.

Saat melakukan tes ini, biasanya seseorang dinilai fungsi kognitif, daya ingat, fungsi fisiospasial, fungsi bahasa dan struktur otak secara keseluruhan. Setelah dinilai, kelihatan gejala dari alzheimer bila ada. 

"Otak ini cukup unik dibandingkan dengan organ lain. Saat melakukan check up dilihat struktur otaknya, ada dua nilai yang dikalkulasi," kata dr Yuda saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Kalau hasilnya kurang dari rata-rata, pasien bisa dikategorikan menderita demensia atau alzheimer. Sebaiknya, untuk deteksi penyakit ini jangan tunggu sampai pasien mengalami gangguan perilaku yang aneh.

BACA JUGA

Classic Modern Jadi Inspirasi ETU di Jakarta Fashion Week 2018

Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Air Putih

Terlihat Masih seperti Gadis, Ini Rahasia Awet Muda Jamie Chua Sosialita Berusia 44 Tahun

Demi Masa Depan Lebih Sehat, Leonardo DiCaprio Investasikan Kekayannya untuk Burger Vegan

"Setelah tes fungsi otak, baru kalau perlu dilakukan MRI dan CT Scan. Ini tahapannya yang rumit," tambahnya.

Setelah diagnosa keluar, barulah pasien menjalani terapi. Ada beberapa terapi pengobatan alzheimer, termasuk memberikan obat oral atau perbaikan fungsi kognitif seseorang.

Lebih lanjut, dr. Yuda mengatakan, dalam kondisi lainnya, gangguan di otak juga bukan berarti alzheimer. Kalau alzheimer biasanya pasien tak hanya pikun, tapi juga dapat mengalami gangguan perilaku yang tak biasa dalam hidunya.

Adapun gejala alzheimer yang harus dikenali yaitu gangguan perilaku seperti halusinasi, marah tidak terkontrol, hingga pandangan mulai terganggu. Sebelum gejala ini, seharusnya seseorang sudah mendeteksi dini penyakit itu dengan baik.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement