Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parade Perahu Hias di Festival Bahari Kepri 2017, 41 Perahu Tradisional Berjajar dengan Apik

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Sabtu, 21 Oktober 2017 |11:16 WIB
Parade Perahu Hias di Festival Bahari Kepri 2017, 41 Perahu Tradisional Berjajar dengan Apik
Festival Sungai Carang 2017 (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
A
A
A

"Raja Ali Haji, seorang raja besar adalah pelaut, juragan. Dia menguasai sampai Singapura dan Johor. Jadi ini bentuk sejarah yang harus kita lestarikan. Kegiatan bahari ini dari masyarakat Kepri sendiri," jelas Nurdin saat berbincang dengan Okezone di Taman Laman Bunda, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Jumat 20 Oktober 2017.

Senada dengan gubernur, Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah mengatakan bahwa Festival Bahari Kepri digelar untuk mengembalikan filosofi nilai perjuangan kerajaan Melayu. 

"Tanjung Pinang dan Kepri adalah kawasan maritim. Sehingga punya latar belakang sejarah yang jarang diungkapkan. Zaman Belanda dulu banyak pejuang Melayu bertempur dengan pasukan armada laut. Tidak sembarang kapal ditampilkan, tapi hanya yang memiliki nilai perjuangan," jelas Lis Darmansyah kepada Okezone. 

Animo masyarakat dalam menyaksikan Parade Kapal Hias sendiri selalu besar. Menurut Gubernur Nurdin, masyarakat Kepulauan Riau dikenal senang dengan segala hal berbau pantai. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement