Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Bernapas Lebih Cepat, Normalkah? Ketahui Cara Cek Kecepatan Napasnya

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |16:17 WIB
Bayi Bernapas Lebih Cepat, Normalkah? Ketahui Cara Cek Kecepatan Napasnya
Ilustrasi (Foto: Monbaby)
A
A
A

BANYAK hal yang perlu dipelajari oleh orangtua baru saat bayi mereka lahir. Mulai dari cara menyusui, mengganti popok, memandikan, hingga kecepatan napas pada bayi. Bayi yang baru lahir cenderung memiliki ritme napas yang lebih cepat. Tapi tenang saja, hal itu wajar terjadi.

Pola pernapasan bayi yang baru lahir berbeda dengan anak-anak atau orang dewasa. Hal itu lantaran ukuran paru-paru pada bayi yang baru lahir akan lebih kecil.

Paru-paru yang kecil tidak memiliki cukup ruang untuk memyimpan cadangan udara yang lebih banyak. Dengan demikian, proses pertukaran udara baru dan udara lama berlangsung lebih cepat yang berdampak pada ritme pernapasannya.

(Baca Juga: Ladies, Jangan Lupa Ganti Celana Dalam Usai Berhubungan Seks!)

Nantinya, seiring bertambahnya usia, ukuran paru-paru akan mengalami peningkatan. Maka kecepatan napasnya juga akan berbeda-beda. Bayi yang berusia 0-6 bulan rata-rata kecepatan napasnya adalah 30-60 bpm (denyut per menit).

Usia 6-12 bulan kecepatan napas berubah menjadi 24-40 bpm. Di saat memasuki usia balita yaitu 1-5 tahun, kecepatannya adalah 20-30 bpm. Saat usia anak-anak kecepatannya mencapai 12-20 bpm. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa kecepatan umumnya adalah 12-16 bpm.

(Baca Juga: Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!)

Meski berlangsung lebih cepat dan ritme napasnya berbeda, orangtua harus tetap memerhatikan dan lebih peduli. Mintalah bantuan dokter keluarga untuk melakukannya. Atau, orangtua juga bisa menghitungnya sendiri.

(Baca Juga: 7 Makanan Alami Disarankan Dokter Kulit kalau Anda Takut Mengonsumsi Cairan Kolagen)

Melansir dari Boldsky, Jumat (20/10/2017), berikut cara menghitung kecepatan napas pada bayi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung kecepatan pernapasan selama 30 detik. Orangtua tinggal meletakkan tangan di atas dada bayi dengan posisi senyaman mungkin. Catat hasilnya dan ulangi beberapa kali. Apabila hasilnya berbeda, mungkin ada yang salah dengan cara menghitungnya.

(Baca Juga: Menguak Asal Usul Tulip, Bunga Istimewa yang Menyerupai Lafadz Allah)

Akan tetapi, kecepatan napas yang tidak teratur juga tidak bisa dianggap sepele. Coba bawa bayi yang baru lahir tersebut ke dokter spesialis untuk mendapatkan hasil yang akurat. Alat yang digunakan untuk mengukur napas dikenal dengan nama respirator.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement