Bung tulip pertama kali ditemukan tumbuh di area pegunungan Pamir, Kazakhstan. Kemudian bunga itu memikat Kerajaan Ottoman Turki. Lalu pada 1080 mereka mulai membudidayakannya.
(Baca Juga: Prestasi Miss Indonesia di Ajang Miss World Selama 5 Tahun Terakhir)
Tulip pun kian populer dan diimpor ke Belanda pada abad ke-16 oleh Oghier Ghislain dari Busbecq, seorang duta besar Konstantinopel pada masa Kekaisaran Ferdinand I. Busbecq takjub menemukan hibrida yang sangat cantik tumbuh di istana kerajaan di Istanbul.
Kemudian ia memberikan bunga tulip kepada ahli botani asal Belanda, Carolus Clusius. Lalu tulip ditaman di kebun raya Leiden hingga tumbuh subur dan meluas ke Eropa. Sejak saat itu tulip menjadi populer di Belanda.
(Baca Juga: Ladies, Jangan Lupa Ganti Celana Dalam Usai Berhubungan Seks!)
Ketika Konstantinopel menjadi Istanbul, setelah penaklukan Ottoman, Sultan Mehmet II memerintahkan tulip untuk ditanam di taman dan kebun baru. Sultan sendiri adalah seorang tukang kebun yang ahli. Di waktu luangnya, ia menghabiskan waktu di taman Istana Topkapi.
(Baca Juga: Daftar Raja-Raja di Dunia yang Doyan Berpoligami, Jumlah Selirnya Bikin Melotot!)
Tulips dalam seni Islam adalah bunga puitis dalam kata-kata Rumi. Tulip juga memiliki tempat khusus dalam budaya sufi. Rumi, Sufi Anatolia yang agung, menyebutkan tulip dalam puisinya yang berjudul 'So Reckound Exposed';