Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramaikan Festival Sungai Carang, Gedung Daerah Tanjung Pinang Dipenuhi 2.000 Jamaah Majelis Taklim

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2017 |23:41 WIB
Ramaikan Festival Sungai Carang, Gedung Daerah Tanjung Pinang Dipenuhi 2.000 Jamaah Majelis Taklim
Pagelaran marhaban dan dzikir di Festival Sungai Carang (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
A
A
A

BERBAGAI rangkaian acara Festival Sungai Carang 2017 terus dilangsungkan. Malam ini, acara dilanjutkan dengan Pagelaran Marhaban dan Dzikir di depan Gedung Daerah Tanjung Pinang.

Sebanyak 2.000 jamaah dari berbagai majelis taklim memenuhi halaman depan Gedung Daerah. Acara ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan beberapa kegiatan seperti kesenian, dzikir, hingga ceramah, dan sambutan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

"Malam ini kita adakan Pagelaran Marhaban dan Dzikir karena malam Jumat biar lebih tenang," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Buralimar saat ditemui Okezone di Gedung Daerah, Tanjung Pinang, Kepri, Kamis (19/10/2017).

Acara ini dimulai dengan sambutan Gubernur Nurdin Basirun, kemudian dilanjutkan dengan kesenian yang ditampilkan ibu-ibu dari majelis taklim. 

(Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

Para peserta yang mengikuti pagelaran di halaman Gedung Daerah ini tampak antusias mendengarkan ceramah dari Dr. Yusnar Yusuf dan dzikir yang dipimpin oleh Kyai Haji Nabhan dari Batam.

"Dalam acara ini juga dibacakan laporan dari Sekda Provinsi. Sekda dan FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) datang, juga tokoh masyarakat," jelas Buralimar.

Jika melihat keramaian yang ada di depan Gedung Daerah, tak hanya disebabkan oleh jamaah yang hadir untuk berdzikir dan memanjatkan doa bersama. Tepat di seberangnya, dibuka bazaar yang menjual berbagai kuliner khas Kepulauan Riau dan barang-barang kerajinan tangan.

Bazaar ini sendiri diresmikan oleh Ibu Gubernur Nurdin Basirun malam ini. Pameran masih akan berlanjut hingga malam puncak pada Sabtu 21 Oktober 2017 di mana band D'Bagindas akan hadir untuk menghibur masyarakat.

Beberapa makanan khas yang bisa ditemui di sini adalah roti Melayu, keripik gonggong, kerupuk ikan, dan masih banyak lagi. Sedangkan kerajinan tangan yang dijual di antaranya adalah tanjak (penutup kepala laki-laki khas Melayu).

(Foto: Utami Evi Riyani/Okezone)

"Kami jual roti Melayu. Rotinya manis, tidak ada isinya. Inilah favorit orang Melayu," ujar Dewi Devi Trianti yang menjaga stand makanan bersama Syarifah.

Keduanya adalah wanita yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Kota Tanjung Pinang. Selain makanan khas Kepri, mereka juga menjual gantungan kunci, tas tangan lukis, dan sepatu lukis bercorak floral yang harganya berkisar sekira Rp130 ribu. 

Lameran yang diikuti sekira 20 stand ini juga menawarkan tanjak Melayu dengan harga Rp180 ribu. 

"Ini tanjak asli tenun tangan," ujar seorang penjaga stand sambil memamerkan tanjak berwarna ungu dengan aksen ukiran emas. 

Ia juga menjual sabun beraroma kopi yang berguna sebagai scrub, lulur beraroma teh, masker wajah, hingga ramuan rempah-rempah untuk mandi yang bisa didapatkan dengan harga antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. 

(Hessy Trishandiani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement