MENDAKI gunung sejak lama dikenal sebagai kegiatan luar ruang yang memiliki peralatan paling banyak. Tidak hanya itu, pakaian yang harus dikenakan ketika mendaki gunung pun tidak boleh sembarangan sebenarnya.
Akan tetapi, banyak pendaki yang khususnya pendaki Indonesia seringkali menyepelekan dan menganggap enteng pakaian yang sebaiknya dikenakan dan dibawa ketika mendaki gunung. Padahal, risiko yang ditimbulkan jika tidak mengenakan pakaian yang tepat dan benar akan cukup berat dan fatal.
(Baca Juga: Putra Jokowi Pamer Foto Kecil Pakai Baju Kebesaran, Netizen: Mas Gibran Mirip Bapak!)
Risiko-risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan pakaian yang salah, khususnya celana ketika mendaki gunung, misalnya tertancap atau tergores duri dari daun-daun atau batang ketika melewati hutan, digigit lintah, hingga kedinginan atau hipotermia. Mengenakan celana pun sebaiknya disesuaikan dengan medan yang akan dilewati, jika hendak mendaki Gunung Everest, maka mengenakan celana kargo panjang merupakan pilihan yang salah besar.
Selain itu, ada satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pendaki asal Indonesia ketika mendaki gunung, yaitu mengenakan celana jeans. Celana yang sudah teramat familiar di masyarakat ini, tanpa disadari dapat menyusahkan pendakian dan memiliki risiko yang cukup serius.
Risiko mengenakan celana jeans ketika mendaki gunung