“Produk-produk ini merupakan bentuk perlawanan terhadap 3 stigma wanita pesisir yang sering dianggap miskin, bodoh, dan kumuh. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka juga cerdas dan bisa memanfaatkan ilmu yang ada,” tegas Susan.
Berbicara soal produk bakau atau mangrove, saat ini setidaknya ada beberapa jenis makanan yang diolah menggunakan tanaman dari marga rhizophora itu. Mulai dari keripik, syrup, kecap, hingga obat-obatan dan produk kosmetik. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, produk bakau ini semuanya diolah para wanita pesisir.
“Mereka mengolahnya juga tanpa bahan pengawet, sehingga kualitas dan khasiat kesehatannya sangat baik meski daya tahan produk tidak terlalu lama. Biasanya setelah 6 bulan, produk akan diganti dengan stok yang baru. Harganya pun relatif murah, untuk keripik dijual seharga 10 ribu, sedangkan syrup dan kecap dibanderol Rp50 ribu,” tukas Susan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.