Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orangtua Harus Waspada, Camilan Manis & Lengket Berisiko Tinggi Rusak Gigi Anak

Prabowo , Jurnalis-Kamis, 12 Oktober 2017 |13:19 WIB
Orangtua Harus Waspada, Camilan Manis & Lengket Berisiko Tinggi Rusak Gigi Anak
Camilan manis berisiko tinggi rusak gigi anak (Foto:Onhealth)
A
A
A

 

KERUSAKAN gigi pada anak terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap saat. Ada banyak faktor penyebab kerusakan pada gigi tersebut. Seperti, pola makan yang tidak tepat dengan mengkonsumsi camilan yang manis dan lengket.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM Yogyakarta, Ahmad Syaifi mengatakan pola makan tak tepat itu jadi faktor utama pendorong kerusakan gigi. Kemudian, pola hidup sehat dengan mengosok gigi tidak tepat juga menjadi faktor pendukung kerusakan gigi.

"Sebanyak 91 persen masyarakat sudah melakukan sikat gigi, tapi hanya 2,3 persen yang melakukan sikat gigi di waktu yang tepat," katanya di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof Soedomo UGM Yogyakarta, Kamis (12/10/2017).

BACA JUGA:

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Menkes: Tingkatkan Kepedulian dan Deteksi Dini Gangguan Penglihatan

Menurutnya, waktu yang tepat untuk melakukan sikat gigi saat pagi hari setelah sarapan. Kemudian, sikat gigi kedua pada malam hari menjelang tidur. Dua kali sikat gigi itu dianjurkan agar gigi terjaga dari kerusakan.

 

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSGM Prof Soedomo UGM, drg Harsini mengajurkan camilan berserat agar kesehatan gigi bisa maksimal dengan mengunyah. Gerakan mengunyah bisa merangsang aliran kelenjar ludah sebagai pembersih alami rongga mulut dan menetralisir keasaman mulut.

"Camilan bertekstur lunak, tidak merangsang anak untuk mengunyah. Sebaiknya kalau camilan itu yang berserat," jelasnya.

 

Pihaknya juga mengajak supaya masyarakat lebih dini dalam melakukan perawatan gigi. Melakukan pemeriksaan gigi tidak harus saat gigi dalam keadaan sakit.

"Banyak keluhan yang masuk ke sini (RSGM UGM) kondisi gigi sudah rusak. Sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin pada gigi, karena bisa langsung ditangani dengan baik sebelum gigi dalam keadaan rusak," jelasnya.

BACA JUGA: 

Mengobati Batuk hingga Cegah Kanker, Manfaat Cokelat untuk Kesehatan yang Belum Diketahui

Waktu pemeriksaan gigi enam bulan sekali sudah cukup bagus untuk kesehatan gigi. Sayangnya, kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan rutin ini masih minim dilakukan.

Sementara Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah menambahkan camilan yang manis dan lengket bisa menurunkan derajat keasaman mulut, sehingga memiliki resiko gigi berlubang atau rusak cukup tinggi.

"Sebaiknya kalau setelah makan camilan yang manis dan lengket itu segera mencuci mulut dengan air bersih, bisa dengan kumur-kumur supaya sisa makanan tidak menempel pada gigi," jelasnya.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement