TUAL - Bali-Kei Archipelago Festival merupakan festival bertaraf International pertama yang diadakan di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.
Festival yang menggabungkan antara SportsventureTM dengan Creative Industry ini mendapat sambutan yang begitu baik dari masyarakat Kepulauan Kei, khususnya di Ohoililir yang menjadi tempat diselenggarakannya festival ini. Acara ini diadakan mulai dari tanggal 6-8 Oktober dengan perkiraan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Bali-Kei Archipelago Festival adalah sebuah program yang kita rencanakan untuk berjalan setidaknya selama 5 tahun ke depan di Kepulauan Kei. Program ini kita buat untuk menunjang percepatan pembangunan pariwisata di Kepulauan Kei. Kita kombinasikan antara Bali dan Kepulauan Kei karena antara Bali dengan Kei memiliki hubungan antropologi dan historis yang erat,” ujar Andy Manuhutu, Festival Director dari Bali-Kei Archipelago Festival.
Rangkaian acara Bali-Kei Archipelago Festival ini disambut dengan antusias oleh seluruh pengunjung, baik turis domestik maupun internasional, serta seluruh masyarakat Kepulauan Kei.
(Baca Juga: Kenali Bahaya Menggunakan Sepatu Tanpa Kaos Kaki)
“Bali-Kei keren abis! Baru pertama kali festival seperti ini diadakan di Maluku Tenggara. Panggung, sound system dan konsep semuanya juga keren banget! Saya berharap setiap tahun acara seperti ini diadakan dan kalau bisa tahun depan lebih meriah lagi supaya Kepulauan Kei ini lebih bisa terekspose keluar dan dikenal oleh seluruh dunia bahwa Maluku Tenggara memiliki destinasi yang bagus,” ujar Meike Pontoh sebagai salah satu warga Tual.
Terungkap! Misteri di Balik Bau Menyengat dan Rasa Durian yang Tajam)
“Bali-Kei Archipelago Festival ini adalah event internasional yang pertama kali diadakan di Kei. Dan kami merasa sangat berterima kasih pada pihak pelaksana karena ini bagian dari promosi pariwisata Kei secara internasional ke depannya. Kami masyarakat Kei merasa sangat terhibur dengan event ini, dan kami berharap supaya tahun depan event ini tetap terlaksana dan semakin besar lagi,” terang Roy Rahajaan, Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara.