Menurutnya, penduduk sekitar berasal dari etnik minoritas seperti Miao dan Buyi. Struktur bangunan yang digunakan pun dapat dibilang masih mentah, karena tidak dicampur dengan bahan-bahan bangunan yang tersedia di toko.
“Pekerjaan mereka dilakukan dengan cara yang natural. Tidak mengikuti aturan (bangunan modern). Seperti lukisan anak-anak,” ujar Peilun.
Peilun sendiri fokus pada urbanisasi di sekitarnya. Ia ingin kastilnya dapat bertahan lama dan membawa pesan untuk generasi masa depan.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.