Kastil ini dibangun untuk mengobati rasa rindu Peilun akan kampung halamannya. Ia ingin mengenalkan budaya primitif kepada dunia. Ia juga ingin memberi penghormatan pada budaya Nuo dari Guizhou.
“Aku tumbuh di desa kecil dan sering merasa rindu akan kehidupan di kampung halaman. Aku membangun kastil ini karena aku ingin memperkenalkan budaya primitif kepada dunia,” jelas Peilun dalam wawancara bersama BBC.
Kastil milik Peilun terletak di tempat terpencil yang dikelilingi oleh hutan. Ia tidak begitu menyukai suasana perkotaan, sehingga mencoba menghidupkan kembali budaya lama yang ada di dalam memorinya. Di dalam area kastil sendiri terdapat kolam yang membuat kastil ini terlihat seperti bangunan peninggalan zaman dulu.
“Mereka menggunakan batu untuk membangun rumah. Jadi mereka ahlinya soal batu,” lanjut Peilun.