BANGUNAN dengan arsitektur kuno biasanya dibangun oleh orang-orang yang hidup di zaman dulu. Namun di China, ada sebuah kastil seluas 50 hektare yang dibangun oleh seorang pria.
Adalah Song Peilun, pria berusia 78 tahun yang telah membangun kastil dari batu selama 20 tahun. Peilun membangunnya di sebuah lembah terpencil di luar Guiyang, China. Namun baru setengahnya saja yang telah diselesaikan.
Dilansir dari BBC, Selasa (26/9/2017), Peilun rela keluar dari pekerjaannya sebagai pengajar pembuat patung untuk membangun kastilnya di sebuah lembah. Ia membangun kastil dengan bantuan penduduk sekitar yang mau bekerja secara sukarela.
Peilun memberi nama kastilnya sendiri dengan nama Yelang Valley. Kastil ini memiliki area sekira 50 hektare yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang tersusun dari batu. Bangunan-bangunan tersebut didominasi dengan bentuk yang menyerupai kepala dan detail wajah seperti mata, hidung, dan mulut.
Peilun mengatakan bentuknya ini terinspirasi dari topeng lokal Nuo Opera. Bangunan-bangunan tersebut juga dibuat sebagai penangkal setan.
Kastil ini dibangun untuk mengobati rasa rindu Peilun akan kampung halamannya. Ia ingin mengenalkan budaya primitif kepada dunia. Ia juga ingin memberi penghormatan pada budaya Nuo dari Guizhou.
“Aku tumbuh di desa kecil dan sering merasa rindu akan kehidupan di kampung halaman. Aku membangun kastil ini karena aku ingin memperkenalkan budaya primitif kepada dunia,” jelas Peilun dalam wawancara bersama BBC.
Kastil milik Peilun terletak di tempat terpencil yang dikelilingi oleh hutan. Ia tidak begitu menyukai suasana perkotaan, sehingga mencoba menghidupkan kembali budaya lama yang ada di dalam memorinya. Di dalam area kastil sendiri terdapat kolam yang membuat kastil ini terlihat seperti bangunan peninggalan zaman dulu.
“Mereka menggunakan batu untuk membangun rumah. Jadi mereka ahlinya soal batu,” lanjut Peilun.
Menurutnya, penduduk sekitar berasal dari etnik minoritas seperti Miao dan Buyi. Struktur bangunan yang digunakan pun dapat dibilang masih mentah, karena tidak dicampur dengan bahan-bahan bangunan yang tersedia di toko.
“Pekerjaan mereka dilakukan dengan cara yang natural. Tidak mengikuti aturan (bangunan modern). Seperti lukisan anak-anak,” ujar Peilun.
Peilun sendiri fokus pada urbanisasi di sekitarnya. Ia ingin kastilnya dapat bertahan lama dan membawa pesan untuk generasi masa depan.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.