RIBUAN pendaki yang memadati gunung Lawu selama ritual Suro pasti bukan hal mudah bagi para relawan yang menjaga di lokasi tersebut.
Mereka harus siap untuk melakukan evakuasi jika ada pendaki yang mengalami sesuatu hal seperti pingsan, kedinginan ataupun kelelahan hingga tidak sanggup untuk berjalan.
Rifan Feirnandi, satu relawan Karanganyar Emergency (KE) yang standby di pintu masuk jalur pendakian Cemoro Sewu memberikan sedikit tips bagi mereka yang akan melakukan pendakian ke puncak Lawu agar tidak cepat lelah.
BACA JUGA:
Diantaranya sebelum melakukan pendakian setidaknya harus mengolah fisik terlebih dahulu. Mengatur pola makan dan perbanyak asupan vitamin.
"Tujuannya agar daya tahan tubuh bisa maksimal sebelum melakukan pendakian," jelas Rifan, Rabu (20/9/2017).
Melakukan olah fisik itu sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa terjadi secara mendadak tanpa bisa diprediksi. Misalkan saat menghadapi cuaca sangat ekstrem dan suhu yang sangat dingin.
"Karena diperlukan daya tahan tubuh yang prima. Itu juga sebagai antisipasi suhu ekstrem di ketinggian agar daya tubuh tetap seimbang. Cuaca dan suhu ekstrem digunung tidak bisa ditebak, jadi pendaki harus siap menghadapi cuaca yang sewaktu waktu bisa berubah," ungkap Rifan.
Selain itu satu hal penting yang jarang diketahui orang saat melakukan pendakian adalah jaga ritme langkah kaki. Artinya langkah kaki saat melakukan pendakian harus teratur. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
Pendaki harus paham juga mengenai manajemen pendakian yang harus betul-betul matang. Peralatan standar pendakian juga harus ada, bekal air dan logistik juga harus dipersiapkan dengan gizi yang cukup.
"Satu hal yang harus diingat pendaki harus mentaati peraturan yang sudah ditetapkan. Pendakian itu olahraga yang berat, olahraga di alam bebas pendaki harus memiliki sebuah ilmu yang cukup agar alam berpihak kepada pendaki," lanjutnya.