MULAI sekarang sebaiknya para orang tua harus lebih hati-hati jika bertindak dan bersikap. Mengapa? Sebab, setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh orang tua tanpa disadari akan diadopsi oleh anaknya. Cepat atau lambat perilaku tersebut akan diulang oleh anak ketika mereka beranjak semakin besar.
Perilaku tersebut termasuk dalam menyikapi masalah keuangan. Tahukah Anda, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016, hanya ada satu dari tiga masyarakat Indonesia yang telah well literate alias memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang produk atau jasa keuangan.
BACA JUGA:
Padahal, sejak 2009 hingga 2014 angka perceraian meningkat karena masalah finansial. Hal ini tentu tidak dapat dianggap remeh, karena bagaimanapun kita semua tidak dapat menyingkirkan uang dari setiap sisi kehidupan. Untuk itu, perlu juga membicarakan uang pada anak sedari dini, mulai mereka berumur kurang dari 5 tahun.
Jika Anda termasuk orang tua yang memiliki prinsip tugas seorang anak hanya sekolah, maka Anda telah salah. Sebab, sebaiknya anak harus dikenalkan, diajarkan dan diajak bicara perihal uang bahkan ketika mereka masih di bawah usia lima tahun. Begitu pentingnya, karena pembicaraan soal uang ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi kehidupan keuangan mereka kelak.
Fakta lainnya yang diungkap oleh Teens and Money Survey Findings: Insights Into Money Attitudes, Behaviours and Expectations of 16-18 years old 2011, mengungkap sebanyak 82persen remaja mengakui pendidikan literasi keuangan dan pengelolaan keuangan diperoleh melalui orang tua mereka.