Bertolak dari itu semua, sambungnya, bukan mengurangi rasa duka, tetapi mungkin faktor ekonomi bisa menjadi penyebab. “Keterbatasan finansial membuat orangtua berpikir berkali-kali mencari solusi dengan biaya ringan agar anak sembuh. Justru kepekaan orangtua yang memiliki cukup uang tetapi lalai membawa anak ke rumah sakitlah yang harus dipertanyakan, di mana letak perhatiannya terhadap anak,” bebernya panjang-lebar.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, mengenai rasa kehilangan dan duka yang dihadapi orangtua bayi Debora tentu sangat memilukan. Menurut informasi yang beredar, orangtua bayi Debora meminta pihak rumah sakit mengembalikan uang muka yang sudah mereka berikan. Mengenai tuntutan itu, Oriza menilai bahwa sikap yang ditunjukkan adalah bagian dari fase tinggkat stress akibat kehilangan yang terjadi pada setiap orang.
“Berdasarkan penelitian tingkatan stress, kehilangan orang yang sangat dicintai secara hirarki menempati urutan teratas. Pertama dia akan menolak kenyataan, kemudian marah, selanjutnya fase negatif yang biasanya ditunjukkan lewat aksi melampiaskan rasa marah seperti yang dilakukan orangtua Debora yaitu menuntut, selanjutnya adalah pasrah, barulah menerima,” tukasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.