Kain ini merupakan kain tradisional asal Desa Tenganan Bali. Saking uniknya, kain ini merupakan tenun satu-satunya asal Indonesia yang dibuat dengan menggunakan teknik double ikat. Prosesnya yang sulit memengaruhi lamanya pengerjaan. Sehelai kain gingsing kabarnya dibuat selama 2 hingga 5 tahun.
Saat upacara adat, seperti upacara potong gigi, pernikahan dan upacara keagamaan, orang yang mengenakan kain ini akan dipandang terhormat. Proses pembuatannya yang lama menjadikan jumlah tenun ini sangat terbatas dan hanya dimiliki oleh segelintir orang berpengaruh dalam keseharian masyarakat.
Tenun Doyo
Kain tenun tradisional ini berasal dari suku Dayak Benuaq Tanjung Isuy, Kutai, Kalimantan Timur. Masyarakat masih sangat menjaga kearifan lokal di sekitar, termasuk pada lembaran kain tenun khasnya. Kain tenun doyo terbuat dari serat tanaman doyo, bukan dari serat benang seperti pada umumnya. Proses panjang ini membuat tenun doyo tidak bisa dimiliki secara leluasa. Tetua adat biasanya mengenakan tenun doyo sebagai pakaian kebesaran sekaligus kebanggan.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.