Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Negara Kepulauan, Faktor Penting Mengapa Indonesia Kaya akan Beragam Kain Tradisional

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2017 |00:18 WIB
OKEZONE WEEK-END: Negara Kepulauan, Faktor Penting Mengapa Indonesia Kaya akan Beragam Kain Tradisional
Tenun, kain Nusantara (Foto:Ist)
A
A
A

SELAIN memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Kekayaan budaya ini mencakup produk-produk kuliner hingga kain Nusantara yang kian dikenal di kancah internasional.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki beragam kain tradisional dengan keunikannya masing-masing. Mulai dari kain ulos khas Sumatera Utara, kain songket khas Sumatera Selatan, kain lurik khas Jawa , dan masih banyak lagi.

Keragaman tersebut ternyata disebabkan oleh beberapa faktor penting yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Hal ini  diungkapkan Hokky Situngkir, Ketua Dewan Pembina di Yayasan Sobat Budaya.

BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Sejarah Kain Tenun Indonesia, Ada sejak Zaman Neolitikum Dikisahkan dari Relief, Situs Sejarah hingga Prasasti

Penasaran dengan Undangan Bella dan Engku yang Berbahasa Malaysia? Yuk, Intip Kalimat Apa Saja yang Tercetak

"Salah satu ulasan utama mengapa Indonesia memiliki beragam kain nusantara karena kita negara kepulauan yang dipisahkan lautan dan bahkan gunung-gunung tinggi. Dalam arti lain, secara tidak langsung masyarakat kita itu terisolasi satu sama lain," tutur Hokky saat dihubungi Okezone via telepon, Jumat (8/9/2017).

 

Lebih lanjut Hokky menjelaskan, perbedaan wilayah inilah yang memengaruhi terciptanya kebudayaan atau adat istiadat masing-masing daerah.

"Keragaman budaya kita memang tidak terlepas dari keragaman ekologis kita. Selain itu, diversitas kain kita tidak hanya dari proses pembuatan kain itu sendiri. Secara filosofis juga disebabkan karena perbedaan bahasa, suku, waktu, bahkan bisa disebabkan oleh perbedaan jenis makanan pokok dan ketersediaan bahan yang dijadikan untuk mewarnai kain,” tambahnya.

BACA JUGA:

OKEZONE STORY: Berhasil Tembus Pasar Mancanegara dan Langganan Ibu Negara, Perjuangan Ferry Yuliana Rintis Gendhis Bag Dimulai Dari Nol

Penasaran dengan Undangan Bella dan Engku yang Berbahasa Malaysia? Yuk, Intip Kalimat Apa Saja yang Tercetak

Jika dilihat dari fakta sejarah, kain nusantara bahkan telah ada sejak zaman Neolitikum atau pra sejarah. Pada saat itu, bahan-bahan yang digunakan untuk menenun kain terdiri dari serat, daun-daunan, kulit kayu, kulit binatang, hingga akar tumbuhan.

Buktinya, sejarah kain tenun yang menjadi salah satu kain paling populer di Indonesia ini banyak ditemukan pada benda-benda historis yang usianya sudah lebih dari 3.000 tahun. Benda-benda tersebut meliputi teraan atau cap tenun, alat untuk memintal, kereweng bercap kain tenun, dan bahan untuk menenun kain. Semua bahan tersebut banyak ditemukan di beberapa situs bersejarah seperti Gilimanuk, Melolo, Sumba Timur, Gunung Wingko, dan Yogyakarta.

Dari sekian banyak penemuan-penemuan bersejarah tersebut, tidak mengherankan jika Indonesia memiliki berbagai macam kain nusantara.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement