Bukti lain aktivitas menenun di masa lalu dapat ditemukan di relief umpak batu di Museum Trowulan Mojokerto. Relief tersebut mengisahkan kehidupan perempuan di Jawa yang sedang menenun. Diperkirakan relief tersebut sudah terpahat sejak abad ke-14.
(Foto:anakpaser.wordpress)
BACA JUGA:
Selain itu, beberapa prasasti Jawa Kuno juga berisi istilah-istilah yang menandakan adanya pertenunan di masa lalu. Sebagai contoh prasasti Karang Tengah yang berangka tahun 847 M, terdapat tulisan “putih helai 1 kalambi” yang berarti kain putih satu helai dan baju. Lalu ada istilah “makapas” atau madagang kapas pada prasasti Singosari di tahun 929 M dan prasasti Cane di tahun 1021 M. Ada pula kata pawdikan di prasasti Baru pada tahun 1034 M. Arti dari kata tersebut adalah pembatik atau penenun.