Tenun Toraja
Seiring dengan masih rutin digelarnya upacara adat di Toraja, maka masyarakatnya masih senantiasa mengenakan tenun Tana Toraja. Masyarakat bahkan menganggap tenun ini sebagai kain kebanggan. Desa yang dikenal sebagai sentra pengrajin tenun adalah di Sa’daan Malimbong, di sini masyarakat baik tua maupun muda beramai-ramai menenun dengan senang hati.
Proses menenun di Tana Toraja terbilang masih tradisional, mulai dari bahan benang, pewarna hingga proses pembuatan dilakukan secara manual. Benang yang digunakan untuk membuat tenun ini terdiri dari 2 jenis yakni benang dari kapas dan benang dari serat daun nanas. Pewarnanya juga berasal dari kulit pohon, pelepah, biji hingga daun. Dahulu tenun Toraja dijadikan lambang kemakmuran dan status sosial pemiliknya.
Tenun Dayak
Ada banyak ragam variasi tenun milik suku Dayak, salah satu yang terkenal adalah tenun dayak iban yang disebut kain kebat. Tenun ini biasa jadi pakaian masyarakat dan dianggap sebagai pakaian mewah yang dipakai saat menghadiri upacara adat.