Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Kenali Ciri, Motif serta Filosofi 4 Tenun Populer Indonesia, Tenun NTT hingga Dayak

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2017 |06:00 WIB
OKEZONE WEEK-END: Kenali Ciri, Motif serta Filosofi 4 Tenun Populer Indonesia, Tenun NTT hingga Dayak
Tenun NTT (Foto:Vessy/Okezone)
A
A
A

Di antara deretan tenun yang ada di Indonesia, tenun asal NTT terbilang yang sangat populer. Secara turun temurun tenun ini dibuat oleh masyarakat. Bahan alami baik benang maupun pewarnanya berasal dari bahan alami yang dipertahankan sejak dahulu.

 

Selain sebagai pakaian, tenun NTT memiliki berbagai fungsi lain yang tak kalah penting. Sehelai kain tenun NTT secara adat dijadikan sebagai mahar dalam perkawinan, pemberian dalam upacara kematian, penentu status sosial, alat barter hingga digunakan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atau tamu kehormatan yang datang.

Warna tenun NTT sangat beragam mulai dari warna gelap seperti hitam dan coklat, beberapa kain juga ditenun dengan benang yang diwarnai cerah seperti merah, kuning hingga biru. Semua bahan pewarna yang digunakan berasal dari alam dan dibuat dengan komposisi yang diwariskan turun-menurun.

Tenun Bali

Kain tenun asal Bali dikenal dengan sebutan tenun ikat Endek. Kain ini diturunkan secara turun temurun dari leluhur Bali. Masa puncak perkembangan tenun Endek yakni sejak 1985 saat masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel Klungkung. Tenun ikat Endek dibuat secara tradisional dengan mempertahankan pakem-pakem yang ada sejak dahulu termasuk motif yang diaplikasikan.

 

Pemerintah turut berperan serta dalam melestarikan tenun Endek. Salah satu upayanya adalah dengan mewajibkan para PNS Pemerintah Kota Denpasar untuk mengenakan tenun Endek secara rutin. Selain itu tenun endek juga disarankan untuk dikenakan di momen-momen tertentu seperti upacara adat atau gelaran festival.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement