Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini
Nyi Ageng Henis melakukan tahan nafas tersebut agar konsentrasinya tetap terjaga dan motif yang dibuatnya tetap rapi tanpa cacat sedikitpun. Proses membatik motif Sido Luhur dari dulu hingga sekarang pun masih mempertahankan tradisi, membagi tugas antara laki-laki dan perempuan. Membuat motif dilakukan oleh laki-laki dan mencanting dilakukan oleh kaum hawa.
Pada kebudayaan masyarakat Jawa, motif batik Sido Luhur biasanya dikenakan oleh pengantin putri pada malam pengantin. Motif tersebut memiliki filosofis keluhuran materi dan non materi. Keluhuran materi tersebut berupa kebutuhan ragawi dan keluhuran budi. Keluhuran ragawi berupa bekerja keras yang sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat dan profesi. Sedangkan, keluhuran budi berupa ucapan dan tindakan.
BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.