BATIK merupakan salah satu kain tradisional yang dimiliki Indonesia. Kain ini pula yang kerap kali menjadi ciri khas Indonesia di mata dunia. Sejarah batik di Indonesia erat kaitannya dengan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa.
Batik memiliki beragam motif dan jenis sesuai dengan daerah asalnya. Salah satu motif batik yang dimiliki Indonesia, yaitu motif Sido Luhur. Motif yang berupa gambaran bunga-bunga dengan paduan warna cokelat, hitam dan krem tersebut ternyata menyimpan sebuah mitos yang cukup mistis.
Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik
Dirangkum dari berbagai sumber, pembuat motif batik Sido Luhur konon awalnya harus menahan nafas dengan waktu yang lama. Motif Sido Luhur diciptakan oleh Ki Ageng Henis, seorang kakek dari Panembahan Senopati dan cucu dari Ki Ageng Selo.
Foto: batik motif sido luhur (fitinline)
Dahulu, Ki Ageng Henis menciptakan motif Sido Luhur untuk anak keturunannya. Tujuan dari penciptaan motif ini agar orang yang memakainya dapat memiliki hati dan pikiran yang luhur, sehingga bisa lebih berguna bagi masyarakat sekitarnya.
Motif Sido Luhur kemudiandilanjutkan dan diperwujudkan dalam selembar kain oleh Nyi Ageng Henis, sosok seorang perempuan yang memiliki kesaktian. Nyi Ageng Henis memiliki kebiasaan selalu menahan nafasnya ketika sedang mencanting dan membatik, hingga lilin atau malam dalam canting tandas, barulah ia menarik nafas kembali.