Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Hepatitis Masih Tinggi di Indonesia, Ketahui Gejala, Penularan dan Mitosnya!

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 31 Agustus 2017 |10:42 WIB
Kasus Hepatitis Masih Tinggi di Indonesia, Ketahui Gejala, Penularan dan Mitosnya!
Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)
A
A
A

Mitos dan fakta seputar hepatitis

Sebagian besar dari kita mengetahui jenis hepatitis dan cara untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa mitos yang diyakini sampai saat ini. Salah satunya adalah hepatitis disebabkan penyakit kuning, padahal ini tidak benar. Karena, sakit kuning hanyalah gejala dari hepatitis, bukan penyebabnya.

(Baca Juga: Tren Terus Meningkat, Kenali Penyebab dan Cara Penularan Virus Hepatitis)

Untuk itu, Dr Mehul Choksi, Konsultan Gastroenterologi Rumah Sakit Sl Raheja, Mumbai, menjelaskan sejumlah fakta dan mitos mengenai penyakit kuning. Berikut penjelasan mitos dan fakta mengenai penyakit kuning dan hepatitis yang dilansir dari Thehealthsite:

Mitos 1: Penyakit kuning hanya disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui air

Fakta: Penyakit kuning dan hepatitis kronis disebabkan oleh virus yang terbawa darah. Virus ini bisa menyebabkan penyakit hati stadium akhir atau sirosis. Hepatitis B adalah infeksi yang dapat dicegah. Ada vaksin untuk hepatitis B yang diberikan saat lahir. Orang dewasa yang belum pernah divaksin bisa mengambilnya setelah diuji lab untuk hepatitis B.

Mitos 2: Hanya makanan hambar yang harus dikonsumsi saat pemulihan dari sakit kuning

Fakta: Pada saat menderita penyakit kuning tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang baik dari protein, karbohidrat dan lemak. Membatasi diri dengan makanan hambar dan direbus dapat dengan mudah menyebabkan kekurangan gizi protein selama masa berkepanjangan. Karena itu, makan dan pertahankan diet sehat ketika nafsu makan sudah kembali, dengan jumlah lemak yang normal akan membantu pulih dari penyakit ini lebih cepat.

Mitos 3: Obat-obatan herbal adalah satu-satunya pengobatan yang efektif

Fakta: Mitos terbesar adalah bahwa tidak ada perawatan untuk penyakit hepatitis, hanya obat herbal yang bisa bekerja dan menyembuhkannya. Kebanyakan orang mencari pengobatan setelah mengonsumsi berbagai ramuan dari seseorang yang bukan dokter. Faktanya adalah hepatitis terobati jika orang mendapat perawatan yang tepat dari dokter setelah timbul gejala, kata Dr Rakesh Patel, Gastroenterologist, Fortis Hospital, Kalyan.

Mitos 4: Pengobatan alternatif akan membantu mengobati penyakit hepatitis

Fakta: Keyakinan budaya yang kuat, terutama di pedesaan, telah menerapkan praktek pengobatan alternatif untuk mengobati penyakit kuning atau hepatitis. Faktanya adalah penyakit kuning disebabkan oleh virus hepatitis A, B dan E, dan sebagian besar sembuh sendiri seiring berjalannya waktu.

Mitos 5: Mengonsumsi makanan berwarna kuning menyebabkan penyakit kuning

Fakta: Kebanyakan orang masih percaya bahwa mengonsumsi makanan berwarna kuning, seperti kunyit dan lemon bisa meningkatkan risiko penyakit kuning. Namun, ini tidak benar, karena kunyit bagus untuk hati dengan sifat antiinflamasi dan mendetoksifikasi organ. Antioksidan dalam lemon membantu membilas radikal bebas dari hati dan membantu organ untuk pulih setelah terinfeksi.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement