HARI ini umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Di mana perayaan lebaran ini identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Banyak pernyataan muncul terkait darah hewan kurban. Salah satunya yang mungkin pernah Anda dengar adalah darah hewan kurban bisa menyebabkan munculnya kutil atau tonjolan kecil di permukaan kulit akibat infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus). Lantas, benarkah demikian? Atau pernyataan tersebut hanya mitos semata?
Menjawab hal tersebut, Okezone menanyakan langsung kepada ahlinya, yakni dokter spesialis kulit dan kelamin Ruri Pamela. Ia menuturkan bahwa darah hewan kurban menyebabkan munculnya kutil merupakan mitos.
BACA JUGA:
"Kutil adalah tonjolan kecil di permukaan kulit akibat infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), penularannya melalui kontak langsung dengan orang lain yang sedang mengalami infeksi serupa. Jadi, tak ada hubungannya antara timbulnya kutil dengan terkena atau kecipratan darah hewan kurban," paparnya saat diwawancarai Okezone melalui pesan elektronik, baru-baru ini.
Meski penularan kutil terjadi melalui kontak langsung dengan orang lain yang sedang terinfeksi, sistem imunitas tubuh yang dimiliki setiap orang tentu berbeda dan memberi respons yang berbeda pula. Apabila imunitas orang tersebut maka infeksi virus HPV tersebut tidak menimbulkan kelainan kulit seperti kutil.
Nah, agar terhindar dari infeksi ini selalu biasakan mencuci tangan setelah melakukan pekerjaan yang kotor. Serta selalu menggunakan alas kaki terutama saat melakukan aktivitas di luar atau alam terbuka.
Dan, bukan menyebabkan kutil, darah hewan kurban yang disembelih justru bisa berbahaya untuk kesehatan. Mengutip pernyataan Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten. Menyembelih hewan kurban harus dilakukan dengan baik dan benar karena bila dilakukan secara asal-asalan bisa berdampak buruk pada kesehatan.
BACA JUGA:
"Bisa menimbulkan penyakit kulit dan TBC, maka ketika menyembelih harus dengan pengamanan," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Vaterina DP2KP Pemkab Tangerang, Febya Satyaningsih.
Salah satu contoh prosedur yang baik adalah dengan membuat lubang untuk menampung darah supaya tidak berceceran ke lain tempat. Setelah darah terkumpul dan semua hewan yang disembelih selesai, lubang tersebut bisa ditimbun tanah supaya aman dan juga tidak dimakan oleh hewan lainnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.