BELAKANGAN ini, para arkeolog dunia berhasil mengungkap misteri dibalik mumi-mumi yang telah ditemukan. Mumi La Doncella atau yang juga terkenal dengan nama The Maiden, belum lama ini sempat mengejutkan masyarakat dunia. Salah satu mumi yang telah ditemukan oleh para arkeolog tersebut, telah berusia sekira 500 tahun, namun masih berbentuk utuh dan sempurna. Bahkan, posisinya terlihat seperti gadis yang tengah tertidur lelap.
Baca Juga: Mengerikan! Menderita Dermatillomania, Perempuan Ini Doyan Mengelupasi Kulitnya Sendiri
Misteri kematian The Maiden tidak hanya berhasil diungkap, tapi juga membuktikan ritual kejam suku Inca yang terkenal sakral pada masanya tersebut. The Maiden beserta 2 buah mumi lainnya yang ditemukan, terbukti telah mengonsumsi koka dan alkohol dalam dosis yang cukup banyak, dan membuat mereka pasrah hingga tidak sadarkan diri, akhirnya mau dikorbankan.
Masih terkait soal suku Inca, kelompok arkeolog lagi-lagi menemukan sebuah situs yang dianggap suci di Peru. Mereka menemukan pemakaman kuno suku Inca, yang di dalamnya terdapat sebanyak 16 buah mumi berjenis kelamin pria. Namun, anehnya mumi yang ditemukan tersebut memiliki ciri fisik khas orang Tiongkok. Hingga akhirnya hasil penelitian para arkeolog Peru pun mengatakan pemakaman tersebut ialah makam imigran orang-orang China.
Orang-orang China tersebut tiba di Amerika Selatan hampir dua abad yang lalu. Maksud kedatangan mereka ke Amerika Selatan seperti yang tertulis di laman Phys, Senin (28/8/2017) ini ialah sebagai pekerja semi-diperbudak.
Makam rahasia di Lima, Ibukota Peru ini merupakan tempat pemakaman terbesar imigran China yang pernah ditemukan di Peru, dan dipresentasikan pada awak media. Benda-benda yang juga ditemukan saat penemuan jasad-jasad yang sudah tinggal tulang, ada benda pribadi mereka yang digunakan pada waktu dikuburkan.
Ada sebanyak 100 ribu imigran Tionghoa yang tiba di Peru pada pertengahan abad ke-19. Warga berketurunan Tionghoa tersebut, datang untuk melakukan pekerjaan dalam bidang pertanian, pembangunan rel kereta api dan pemindahan guano, yang merupakan kotoran burung yang akan dibuat pupuk. Namun, kabarnya upah yang mereka terima sangat kecil.
Diskriminasi pun mereka terima bahkan hingga ajal menjemput. Orang-orang China ini harus dikuburkan di lokasi pemakaman pra-Inca dan tidak boleh dimakamkan di kuburan yang hanya diperuntukan bagi orang-orang Katolik Roma.
Ada sebanyak 16 makam yang ditemukan di Huaca Bellavista, Lima, Peru, pada Kamis 24 Agustus 2017 lalu. Menurut Kementerian Kebudayaan Peru, makam-makam tersebut terletak di pra-situssuci Inca karena imigran China tidak bisa dikuburkan di pemakaman katolik.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.