Kopi, lekat dengan minuman yang sangat familiar bagi seluruh lapisan masyarakat. Demikian pula dengan warga Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat. Berbicara mengenai kopi, masyarakat dapat dengan mudah menemukan melalui warung-warung lebih dari 248 warung kopi yang tercatat di Pemerintah Kota Pontianak.
Menjadi sebuah budaya, melakukan pertemuan bisnis, mengerjakan tugas kuliah, bertemu rekan kerja bahkan melakukan perjanjian kerjasama dan jual beli biasa dilakukan masyarakat di Warung kopi.
Alhasil, perkembangan warung kopi di Kota Khatulistiwa ini pun berkembang pesat. Seperti warung kopi yang ada di Jalan Gajah Mada. Di sepanjang jalan tersebut banyak dijumpai warung-warung kopi hingga ke gang-gang kecil sekalipun.
Jenis kopi robusta, adalah kopi yang biasa menjadi serbuan masyarakat Pontianak, selain harganya murah yakni Rp3.000, rasanya pun tak kalah nikmat dengan kopi yang biasa digerai di Mal besar. Di Pontianak sendiri, deretan warung kopi favorit masyarakat salah satunya adalah warung kopi Asiang yang terkenal. Bahkan Warung Kopi Asiang menjadi tongkrongan warga Pontianak.
Selain itu, ada warung kopi Sukahati, Sari Wangi, Coffee Corner, Aming, Winny, dan banyak warung kopi yang menyajikan kopi dengan beberapa kudapan khas Kota Pontianak seperti roti dengan selai, pisang goreng dan makanan ringan lainnya.
Aming, 37 tahun, pemilik Warkop Aming mengaku sehari ia berhasil menjual 500 gelas dengan 5 kilo kopi yang siap disajikan untuk masyarakat dari pagi hingga malam hari. Pekerjaan yang telah ia tekuni selama 15 tahun ini, merupakan warisan dari sang ayah yang menjual kopi bubuk tanpa merek dan kemudian ia kembangkan hingga saat ini.
“Kalau dulu ayah menjual kopi bubuk tanpa merk, sekarang saya kelola dengan nama saya sendiri,” ungkapnya kepada Okezone.
Menurutnya meski banyak warung kopi di Kota Pontianak, setidaknya ia memiliki kekhasan dalam menyajikan kopi salah satunya dengan membubuhkan biji kopi kedalam minumannya.
“Kalau memasukkan biji kopi kedalam minuman baik kopi saring, bubuk maupun kopi susu akan terasa berbeda,” jelasnya.
Sementara di lokasi berbeda, Okezone menjumpai Salah satu pemilik warung kopi Asiang yang terkenal di Pontianak. Kopi Asiang ini menyajikan kopi yang khas. Tak hanya itu saja, ada keunikan dari si pemiliki warung kopi ini yaitu, meski cuaca panas dan hujan ia tetap bertelanjang dada dan menggunakan kopi lokal sejak warungnya berdiri 30 tahun lalu.
“Kopi Asiang berasal dari daerah Punggur, dengan kualitas tak kalah dari daerah lain,” jelasnya.
Gesitnya Asiang saat menyajikan kopi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan tak jarang banyak yang mengajak selfie maupun foto bersama pria 62 tahun ini.
Salah satu pengunjung, Jemi mengaku semenjak kecil ia diajak orangtuanya setiap weekend untuk kepasar dan minum kopi sembari bertemu dengan kerabat dan teman kerjanya. Sehingga budaya minum kopi di warung kopi seperti sekarang ini sudah melekat dan ia teruskan hingga ke anak-anaknya.
“Tidak hanya bersama keluarga, minum kopi bersama rekan kerja juga dilakukan seluruh warga Pontianak. Selain sudah menjadi budaya, kopi di beberapa tempat seperti di Asiang, Winny dan Aming adalah salah satu yang favorit,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak pun berencana akan mencanangkan kawasan Jalan Gajah Mada atau Pecinan sebagai "Coffee Street", dan menjadi salah satu ikon Kota Pontianak.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.